http://journal.ilininstitute.com/index.php/IJoLEC/issue/feed Indonesian Journal of Learning Education and Counseling 2020-01-24T15:03:51+00:00 Muh. Ilham Bakhtiar ilhambakhtiar86@gmail.com Open Journal Systems <div style="text-align: justify;"> <p><strong>Indonesian Journal of Learning Education and Counseling</strong> has a prefixes DOI: <a href="https://search.crossref.org/?q=Indonesian+Journal+of+Learning+Education+and+Counseling">10.31960 </a>. IJoLEC is published twice a year by the ILIN Institute with a field of study (1) <strong>Education in Learning</strong>: Primary Education, Learning Models, Curriculum, Learning Innovation, Vocational Education, (2) <strong>Educational Technology</strong>: Learning Technology, Learning Media, Virtual Education , Educational software, digital technology in education, Multimedia Learning, E-Learning (3) <strong>Counseling</strong>: Educational Psychology, Guidance and Counseling, IT in BK, BK Media, Counseling Techniques, Family Counseling. Articles sent in the form of Doc format (Using Microsoft Word) and in Indonesian or English, for the initial review phase by the editor and further peer review by a minimum of two reviews according to their area of expertise.</p> <p><strong>Indonesian Journal of Learning Education and Counseling</strong> Receives Articles in Indonesian and English by following the <a href="https://journal.ilininstitute.com/index.php/IJoLEC/panduanpenulisan"><strong>writing guidelines</strong></a> and article <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/17lQzYQhCtklCb7NU5S3SQSklxyUwVJj-/view?usp=sharing">template</a></strong>. Submitted online on the IJoLEC journal website by first registering the author, and IJoLEC published with open access status or open to readers, and researchers. So that this article can be downloaded for free.</p> <p style="text-align: justify;">In today 's highly competitive research environments, researchers have frequently asked to demonstrate their impact and service in performance reviews, funding and promotion applications. For this reason, starting October 20, 2019 <strong>Indonesian Journal of Learning Education and Counseling</strong> has officially become part of Publons. Publons is part of Clarivate Analytics, the global leader in trusted insights and analytics that accelerates the pace of innovation.</p> <p style="text-align: justify;">Publons were the first place to help researchers in their often hidden peer review contributions. We are proud to be able to partner with Publons to help everyone involved in this journal to give their peer reviewers the recognition they deserve.</p> <p style="text-align: center;"><a href="https://publons.com/journal/373476/indonesian-journal-of-learning-education-and-couns" target="_blank" rel="noopener"><strong>Click here</strong></a> for your involvement in the IJOLEC at Publons</p> <p style="text-align: center;"><a title="Publons" href="https://publons.com/journal/373476/indonesian-journal-of-learning-education-and-couns" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://i.imgur.com/F0Srlk1.png" alt="Publons patr of Clarivate Analytics" width="311" height="56"></a></p> </div> http://journal.ilininstitute.com/index.php/IJoLEC/article/view/219 Korelasi Antara Kompetensi Profesional dan Multikultural Konselor Sekolah 2020-01-24T15:03:51+00:00 Rudi Haryadi haryadi413@gmail.com Sanjaya Sanjaya sanjayabelande@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengonfirmasi hubungan antara kompetensi profesional dengan kompetensi multikultural konselor sekolah. Peneliti mengumpulkan data dari 162 konselor sekolah di Kota Banjarmasin baik yang bekerja pada jenjang sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas/kejuruan dengan menggunakan skala kompetensi profesional (α= 0,805) dan multikultural (α= 0,889) berjumlah 45-butir. Hasil penelitian mengemukakan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara kompetensi professional dengan multikultural konselor sekolah di Kota Banjarmasin (r = 0.516; p&lt;0.01). Selain itu ditemukan bahwa 3 aspek dalam kompetensi profesional juga memiliki hubungan yang signifikan dengan 2 buah aspek yang menjadi domain pada kompetensi multikultural konselor sekolah. Penelitian ini menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk mengecek kembali hubungan antara kompetensi profesional dengan kompetensi multikultural dengan cakupan dan jumlah populasi yang lebih luas untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara kedua variabel tersebut.</em></p> 2019-12-15T16:06:13+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.ilininstitute.com/index.php/IJoLEC/article/view/241 Media Buku Cerita Mengenai Bentuk-Bentuk Bullying Dalam Kegiatan Bimbingan Klasikal Untuk Peserta Didik Sekolah Dasar 2020-01-24T15:03:50+00:00 Yunisa Asih Prasetya yunisa.ap@gmail.com Wirda Hanim Wirdahanim10@gmail.com Lara Fridani Lfridani@unj.ac.id <p><em>Kasus bullying masih marak terjadi di Lingkungan Pendidikan, termasuk di satuan pendidikan sekolah dasar. Peserta didik cenderung belum memahami perilaku bullying, sehingga banyak anak-anak yang beranggapan hal tersebut wajar dilakukan. Peserta didik saling mengejek, memberi sorakan, mengolok-olok, ataupun bercanda melalui tindakan fisik merupakan perilaku yang sering dilakukan oleh peserta didik dan terkadang dibiarkan oleh orang dewasa di sekitar mereka tanpa memikirkan lebih jauh dampak negatifnya. Oleh sebab itu, peserta didik perlu mendapatkan informasi mengenai tindakan bullying, baik yang terkait dengan arti, jenis, dampak, serta cara menghadapi bullying. Pencegahan dan Penanganan kasus Bullying di lingkungan sekolah tidak terlepas dari keterlibatan peran semua pihak yaitu&nbsp; kebijakan sekolah, guru dan orang tua. Keberadaan dan peran guru bimbingan dan konseling di sekolah dasar merupakan salah satu upaya dalam mencegah dan mengurangi kasus Bullying. Guru bimbingan dan konseling harus mampu berpikir kreatif, inovatif, dalam memberikan layanan kepada peserta didik agar upaya untuk mencapai tugas perkembangan dapat terpenuhi. Salah satunya yaitu dengan terus berusaha mencari metode yang tepat dalam memberikan layanan dasar mengenai kasus bullying. Metode bercerita dengan media buku cerita dapat digunakan sebagai salah satu cara dalam menjelaskan mengenai gambaran tentang bullying kepada peserta didik sekolah dasar. </em><em>Cerita memberi anak kesempatan untuk mengekspresikan fantasi dan mengeksplorasi situasi konflik, juga memungkinkan anak untuk menangani isu penting dan perasaan. Menggunakan media yang menarik dapat mengoptimalisasikan pencapaian peserta didik dalam mengikuti kegiatan bimbingan klasikal dalam layanan dasar, salah satunya dengan menggunakan media buku cerita</em>.</p> 2019-12-19T04:50:31+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.ilininstitute.com/index.php/IJoLEC/article/view/262 Penerapan Model Pembelajaran ROAR (Read, Observe, Auditory, Review) Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa 2020-01-24T15:03:47+00:00 Emmi Azis emmiazis@gmail.com Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar tauvanlewis00@gamil.com Marliah Rianti marliahrianti@gmail.com Andi Muhammad iqbal Akbar Asfar iqbalasfar@gmail.com Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin@gmail.com Andi Sitti Aisyah Nur sittiaisyah@gmail.com <p><em>The ROAR learning model is learning that gives students the broadest opportunity to develop concepts, pre-existing ideas become new concepts. The concept is built through direct observation because during learning the teacher presents examples of reality so students will be more critical with the concepts of reality, so that in the end they are able to connect the material based on the concept of reality they are building. This integration aims to have concepts related so that the meaningfulness of learning can be achieved. This study is an experimental study with a nonequivalent control group design with a research focus on social studies subject material in junior high school 8<sup>th</sup> grade. The results of the analysis of the test analysis show that the application of the ROAR learning model has a consistent impact on students' conceptual understanding abilities. Positive responses from teachers and students to the application of the ROAR learning model as an alternative solution in supporting success in improving the ability to understand concepts that have implications for student motivation and learning achievement</em><em>.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> 2019-12-19T05:42:41+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.ilininstitute.com/index.php/IJoLEC/article/view/290 Efektivitas Videography dengan Menggunakan Powtoon untuk Meningkatkan Pemahaman Mengenai Bullying 2020-01-24T15:03:46+00:00 Dominikus David Biondi Situmorang david.biondi@atmajaya.ac.id Kusumasari Kartika Hima Damayanti demeiati.kusumaningrum@gmail.com Kusumasari Haleda Riezka Hairunnisa Ns riezka@yahoo.com <p><strong><em>Abstract</em></strong><strong>.</strong> <em>Background: Data from KPAI indicates that there is a high number of perpetrators and victims of bullying. On the other hand, bullying impacts on physical and mental health risks. Especially in line with the development of communication systems, interaction and communication on digital platforms increasingly out of control. The research aims to examine the effectiveness of videography related to bullying material to increase </em><em>the </em><em>understanding of bullying. Methods: Data from participants (N = 4) involved in the study were processed qualitatively, including differences in the understanding of participants when before and after the provision of material through videography. Results: Qualitatively, there was an increase in understanding of bullying by using videography. Discussion: Videography based learning always connects to learning spaces and zones, reflection for action (before action), reflection in action (during </em><em>an </em><em>action), and reflection of action (after action) consist of the role of reflection and action in learning. Conclusion: The use of videography with Powtoon is effective in increasing understanding of bullying. Implication: For Educators, trainers, and presenters, the use of videography with Powtoon can be applied as a medium in learning and teaching.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong><strong><em>. </em></strong><em>Latar belakang: Data dari KPAI mengindikasikan bahwa terdapat jumlah pelaku dan korban bullying yang cukup tinggi. Di sisi lain, bullying berdampak pada resiko kesehatan fisik dan kesehatan mental. Terlebih sejalan dengan berkembangnya sistem komunikasi, interaksi dan komunikasi pada platform digital semakin tidak terkendali. Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas videography terkait materi bullying terhadap peningkatan pemahaman bullying. Metode: Data dari partisipan (N = 4) yang terlibat pada penelitian diolah secara kualitatif, meliputi perbedaan pemahaman partisipan ketika sebelum dan sesudah pemberian materi melalui videography. Hasil: Secara kualitatif, terdapat peningkatan pemahaman bullying dengan menggunakan videography. Diskusi: Pembelajaran berbasis videography selalu menghubungkan ke ruang dan zona belajar, refleksi untuk tindakan (sebelum tindakan), refleksi dalam tindakan (selama aksi), dan refleksi tindakan (setelah tindakan) terdiri dari peran refleksi dan tindakan dalam pembelajaran. Kesimpulan: Penggunaan videography dengan Powtoon efektif dalam meningkatkan pemahaman bullying. Implikasi: Bagi Pendidik, pelatih, dan pemateri, penggunaan videography dengan Powtoon bisa diterapkan sebagai media dalam belajar dan mengajar. </em></p> 2019-12-19T05:51:04+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.ilininstitute.com/index.php/IJoLEC/article/view/261 Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Prezi untuk Menumbuhkan Karakter Rasa Ingin Tahu 2020-01-24T15:03:43+00:00 Tohir Solehudin tohirsolehudin47@gmail.com Retno Triwoelandari retnotriwoelandari@uika-bogor.ac.id Ahmad Mulyadi Kosim mulyadikosim@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kelayakan media pembelajaran interaktif prezi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 2) mengetahui efektivitas media pembelajaran interaktif prezi pada pembelajaran PAI di kelas 8 SMP untuk menumbuhkan karakter rasa ingin tahu siswa. Penelitian ini menggunakan metode Reasearch and Development (R&amp;D). Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan angketPada tahap pengembangan, hasil penelitian menunjukan angka ahli materi 82.89%, ahli media 79.42%, dan ahli bahasa 76.39%. Pada tahap pengujian, uji coba terbatas menunjukan angka 81.61%. Hasil akhir pengujian, uji validasi menunjukan sig. 0.00 &lt; 0.05 dengan perbedaan hasil kelas eksperimen 39.58 dan kelas kontrol 24.87 dengan perbedaan hasil sebesar 14.71. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran interaktif Prezi sebagai&nbsp; media ajar PAI layak digunakan untuk menumbuhkan karakter rasa ingin tahu siswa.</em></p> 2019-12-19T05:58:37+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.ilininstitute.com/index.php/IJoLEC/article/view/318 Case Study of Student Anxiety in Solving Break-Even Point Questions Based on Gender in Indonesia 2020-01-24T15:03:42+00:00 Ninik Sudarwati ninik.stkijb@gmail.com Dies Nurhayati ninik.stkijb@gmail.com <p><em>Anxiety is an uncomfortable feeling that arises when a person faces problems. This study aims to describe students’ anxiety in solving problems based on gender. This research is a qualitative descriptive research with intrinsic case study approach. In this research, the data was collected by video recording, interview and test. Instruments used in this study are video, interview guides, and questions of test. The validity of data was tested by using time triangulation. The subjects were confident when they had solved the problems faced. Subject 2 misunderstood about the basic knowledge and BEP formula, which can be seen from her answers. In solving problems, the subjects forgot about BEP formula, could not concentrate, and were confused in solving the problems faced. The subjects were not confident when they succeeded in solving the problems they faced.</em></p> 2019-12-19T05:59:44+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.ilininstitute.com/index.php/IJoLEC/article/view/255 Pengaruh Pelatihan Berbasis Teori Vygotsky Terhadap Kompetensi Guru Sebagai Pembimbing Di Taman Kanak-Kanak 2020-01-24T15:03:49+00:00 Nurul Aisyah Sartika nurulaisyahsartika@gmail.com Evi Afiati eviafiati@untirta.ac.id <p><em>Melalui pelatihan berbasis teori Vygotsky guru diharapkan mampu memberikan scaffolding dalam zona perkembangan proksimal pada pembelajaran anak, dan menguasai pembelajaran berbasis bimbingan di kelas dalam setting bermain peran sesuai dengan karakteristik dan perkembangan belajar anak. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif</em>.<em> Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis teori Vygotsky memberikan pengaruh signifikan terhadap kompetensi guru sebagai pembimbing di TK dibuktikan pada hasil uji t dengan nilai signifikansi lebih kecil dari taraf 5% (0,006&lt;0,05) dan koefisien determinasi (R<sup>2</sup>) yang diperoleh sebesar 87,2%. Kompetensi guru sebagai pembimbing di TK meningkat dengan skor kompetensi pedagogik sebesar 87,5 kategori baik, kepribadian 87,9 kategori baik, sosial 50 kategori cukup baik, dan profesional dengan skor 97,2 kategori sangat baik.</em></p> 2019-12-19T04:53:12+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.ilininstitute.com/index.php/IJoLEC/article/view/307 Meningkatkan Kreativitas Siswa Memahami Konsep Sifat Cahaya Melalui Pembelajaran Kontekstual 2020-01-24T15:03:41+00:00 muhammada amran neysaamran@yahoo.co.id Muslimin Muslimin muslimin61@yahoo.com muhammad irfan m.irfan@unm.ac.id <p>This study aims to: (1) In order for teachers can plan contextual learning, (2) In order for teachers to carry out learning by using a contextual approach, (3) To Learn kreatvitas students understand the material properties of light After studying using a contextual approach.</p> <p>The study population is graders V Elementary School 240 Pinrang numbered 20 people. Data collection techniques of this study is to test, interviews, observation and field notes. The data analysis using descriptive statistical techniques to describe student learning outcomes.</p> <p>Results of the study are as follows; (1) using a contextual approach to the fifth grade students of Elementary School 240 Pinrang can improve kreativtas students in science subjects to the material properties of light, (2) the teacher is not maximized in designing lesson plans to use the approach of contextual, (3) the teacher should improve the competence using a contextual approach. an increase in students' creativity by using a contextual approach for students during the students learn more actively in the implementation of the learning process.</p> 2020-01-22T06:37:16+00:00 ##submission.copyrightStatement##