PKM Ekonomi Produktif Melalui Technopreneurhip Bagi Guru di SMK Bisnis Dan Teknologi

  • Sugeng Haryono UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI JAKARTA
  • Prasetio Ariwibowo UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI JAKARTA https://orcid.org/0000-0002-5550-2206
  • Tjipto Djuhartono UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI JAKARTA
Keywords: Technopreneurship, Kewirausahaan, Civitas akademik, SMKS Bisnis dan Teknologi Bekasi

Abstract

Tujuan kegiatan ini akan menambah wawasan Pendidikan Karakter Pribadi, Kewirausahaan (Technopreneurship), Menemukan Peluang Usaha, Manajemen usaha, Peningkatan keterampilan, berupa pelatihan pembuatan produk seperti kuliner, kerajinan tangan, Musik, Fashion, Desain Komunikasi Visual, Aplikasi dan Game Developer, dan keahlian lainnya bagi segenap civitas akademik khususnya guru baik secara teori maupun aplikasi/praktik secara nyata yang akan dilakukan oleh para guru sendiri maupun peserta didik nya sehingga diharapkan para guru dapat menambah penghasilan dan membuka lapangan kerja bagi diri sendiri maupun orang lain. Khalayak sasaran kegiatan yang strategis dalam kegiatan ini adalah para peserta didik dan segenap civitas akademik lainnya dalam naungan Yayasan SMKS Bisnis dan Teknologi Bekasi. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 30-50 orang yang terdiri dari segenap civitas akademik (Guru atau karyawan sekolah) baik yang berjenis kelamin pria dan wanita yang telah ditetapkan oleh pihak pengurus Yayasan SMKS Bisnis dan Teknologi Bekasi. Selama proses pelatihan, tim pelaksana kegiatan pengabdian melakukan pemantauan kepada peserta pelatihan sekaligus melakukan wawancara terhadap materi, metode dan instruktur dalam kegiatan ini. Secara umum, peserta abdimas (guru) mengatakan pelatihan ini sangat baik dan materi yang diberikan merupakan materi yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan berwirausaha berbasis technopreneur sedangkan instrukturnya sangat berkompeten.

References

Anggraini, Nenny. 2008. Industri Kreatif. Jurnal ekonomi. Edisi Desember 2008, Volume XIII No. 3 hal. 144-151.

Anonim. 2012. Dokumen Kurikulum 2013. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Anwar. 2004. Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education). Bandung : Alfabeta.

Atmosudiro, Sumijati, dkk. 2001. Jawa Tengah : Sebuah Potret Warisan Budaya. Prambanan, Klaten : Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah bekerjasama dengan Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Cetakan Pertama.

Atmosudiro, Sumijati, dkk. 2008. Jawa Tengah : Sebuah Potret Warisan Budaya. Prambanan, Klaten : Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah bekerjasama dengan Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Edisi Revisi – Cetakan Ketiga, 244 Halaman.

Beyene, Y., Becker, G., and Mayen, N. 2002. Perception of aging and sense of well-being among Latino elderly. J. Cross. Cult. Gerontol, 17, 155-172.

Brolin, D.E 1989. Life Centered Education A Competency Based Approach.Reston VA. The Council for Exeptional Children

Cassidy, A. 2002. A Partial Guide to Planning for E-Business Success How to E-Enable Your Enterprise. Florida : St. Lucie.

Chander, S., & Kush, A. (2012). Vulnerability in Web Page and Web Sites. International Journal of Advanced Research in IT and Engineering. Vol. 1 | No. 2 | August 2012, 47 -57.

Garrido, Jose A. Medina.Fierro, Salustiano Martinez. Navarro, Jose Ruiz. 2008. Cases on Information Technology Entrepreneurship. IGI Publishing.

Harris, Lisa and Dennis, Charles. 2002. Marketing The E-Business. New York : Routledge, Taylor & Francis Group.

Hasley, J., &Gregg, D. 2010. An Exploratory Study of Website Information Content. Journal of Theoretical and Applied Electronic Commerce Research, Vol. 5 No. 3, 27-38.

Marzuki, Saleh. 2010. Pendidikan Non Formal. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Herwin Mopangga. 2017. Technopreneurship Untuk Pembelajaran Dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal Di Provinsi Gorontalo. Seminar Nasional & Call For Paper, FEB Unikama “Peningkatan Ketahanan Ekonomi Nasional Dalam Rangka Menghadapi Persaingan Global”. Malang, 17 Mei 2017.

Pavlou, P.A and Gefen.D. 2004. Building Effective Online Marketplaces with Institution-Based Trust. Information Systems Research. Vol. 15, No. 1, March 2004, pp. 37–59.

Pemerintah Republik Indonesia. 1995. Instruksi Presiden No. 4 Tahun 1995 Tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan (GNMMK). Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. 2015. Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Posadas, D. 2007. Rice and Chips : Technopreneurship and Innovation in Asia. Singapore : Prentice Hall Inc.

Purwono, Herman. 2014. Pengaruh Handphone dan Tingkat Kedisiplinan Belajar terhadap Perilaku Menyontek. Education Vitae Journal Vol. 1/Tahun 1/2014. Page 39 – 57.

Republik Indonesia. 2009. Instruksi Presiden No. 6 tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Jakarta.Rosdakarya.

Supriyati, Endang, Iqbal, Mohammad , Khotimah, Tutik. 2016. Model Pendampingan Neuro Coaching Untuk Membangun Karakter Technopreneurship Mahasiswa Dalam Upaya Mencetak Wirusaha Baru. Prosiding SNATIF Ke-3 Tahun 2016. Hal. 203 – 208. Fakultas Teknik – Universitas Muria Kudus. ISBN: 978-602-1180-33-4.

Yusuf,Syamsu. 2004. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: PT Remaja.

Published
2019-08-17
How to Cite
Haryono, S., Ariwibowo, P., & Djuhartono, T. (2019). PKM Ekonomi Produktif Melalui Technopreneurhip Bagi Guru di SMK Bisnis Dan Teknologi. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.31960/caradde.v2i1.250
Section
Article in Press