Main Article Content

Abstract


Tujuan dari kegiatan ini yaitu melakukan pendampingan legalisasi organisasi masyarakat paguyuban Pasar Apung BTU mulai dari pembentukan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), struktur pengurusan, pencatatan dan verifikasi serta pendaftaran pada notaris. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan Focus Group Discussion dan melalui Participatori Action Research (PAR). Hasil dari kegiatan ini yaitu terbentuknya AD/ART kelompok Pasar Apung BTU yang digunakan sebagai syarat administrative untuk melakukan pendaftaran legalisasi ke notaris. Adanya pendampingan ini membuat anggota paguyuban semakin aktif dan konsisten mengikuti aturan yang ada karena melihat masa depan yang lebih terarah. Dampak dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan konsistensi anggota kelompok meningkat sebesar 70 persen. Hal ini akan mendorong paguyuban menjadi sebuah organisasi masyarakat yang memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi. Selain itu juga terciptanya usaha bersama sebagai salah satu usaha dari perkumpulan pedagang di Bulan Terang Utama



Keywords

Kelompok Masyarakat; Legalisasi; Pemberdayaan ekonomi; Kesejahteraan.

Article Details

Author Biographies

Vidya Purnamasari, Universitas Negeri Malang

Jurusan Ekonomi Pembangunan

Linda Seprillina, Universitas Negeri Malang

Jurusan Ekonomi Pembangunan

How to Cite
Yusida, E., Purnamasari, V. ., & Seprillina, L. (2021). Pendampingan Legalisasi Dan Penguatan Kelembagaan Paguyuban Sebagai Upaya Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 437-444. https://doi.org/10.31960/caradde.v3i3.703

References

  1. Choiri, E. O. (2018). Pentingnya Memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) di Indonesia. Diakses Dari Https://Www. Jurnal. Id/Id/Blog/2018-Pentingnya-Memilikiizin-Usaha-Mikro-Kecil-Iumk-Bagi-Umkm-Di-Indonesia/, Pada.
  2. Gunartin. (2017). Penguatan Umkm Sebagai Pilar Membangun Ekonomi Bangsa. Jurnal Pendidikan, Hukum, Dan Bisnis.
  3. Hartono, H., & Hartomo, D. D. (2016). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN UMKM DI SURAKARTA. Jurnal Bisnis Dan Manajemen. https://doi.org/10.20961/jbm.v14i1.2678
  4. Irawan, B. (2018). Organisasi Formal Dan Informal: Tinjauan Konsep, Perbandingan, Dan Studi Kasus. Jurnal Administrative Reform.
  5. Kusmanto, H., & Warjio, W. (2019). Pentingnya Legalitas Usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL. https://doi.org/10.24114/jupiis.v11i2.13583
  6. Margolang, N. (2018). Pemberdayaan Masyarakat. Dedikasi: Journal of Community Engagment, I(2), 87–99. https://doi.org/10.31227/osf.io/weu8z
  7. Marta, J., & Satria, D. (2016). Dampak Jaminan terhadap Peluang Memperoleh Kredit bagi UMKM di Sumatera Barat Collateral E ff ect to Bank Loan Probability for Microenterprises in West Sumatera. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia (JEPI).
  8. Nopra, M. S. (2020). Prosiding seminar nasional pendidikan program pascasarjana universitas PGRI palembang 10 Januari 2020. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Berwirausaha Melalui Program Aksara Kewirausahaan.
  9. Nurasa, H. (2017). ANALISIS PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS KELEMBAGAAN MASYARAKAT DESA: Suatu Studi Pada Program Pengembangan Masyarakat Miskin di Perdesaan. CosmoGov. https://doi.org/10.24198/cosmogov.v2i1.11849
  10. Putra, A. (2016). Peran UMKM dalam Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Blora. Jurnal Analisa Sosiologi.
  11. Sukirman, S. (2017). Jiwa Kewirausahaan dan Nilai Kewirausahaan Meningkatkan Kemandirian Usaha melalui Perilaku Kewirausahaan. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis. https://doi.org/10.24914/jeb.v20i1.318
  12. Syamsulbahri, D. (2018). UMKM Dalam Perspektif Pembiayaan Inklusif Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan. https://doi.org/10.14203/jep.26.1.2018.59-76
  13. Yusida, E., Witjaksono, M., Annisya, ., & Munir, S. (2020). Developing Model a Participatory Approach through Community Empowerment: Case Study in Subsidized Housing Bulan Terang Utama, Malang City. (May), 481–484. https://doi.org/10.5220/0009502804810484