https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/issue/feedCARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat2026-04-29T00:00:00+08:00Muh. Ilham Bakhtiarilhambakhtiar86@gmail.comOpen Journal Systems<p><span class="Apple-style-span"><strong>CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</strong> merupakan jurnal yang dikelola oleh Institute for Learning Innovation and Counseling. Menerbitkan artikel kegiatan pengabdian pada masyarakat bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumberdaya manusia, kesehatan, teknologi tepat guna, dan kesehatan. M</span><span class="Apple-style-span">emiliki </span> <strong><a href="http://u.lipi.go.id/1529841925" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN: 2621-7910 </a>dan </strong><a href="http://u.lipi.go.id/1529841757" target="_blank" rel="noopener"><strong>p-ISSN: 2621-7961</strong></a>. Kini Abdimas Caradde terbit tiga kali setahun Agustus, Desember dan April.</p> <p><span class="Apple-style-span"><strong>CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, </strong>telah<strong> terakreditasi "<a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/6364" target="_blank" rel="noopener">Peringkat III </a>"</strong>oleh Kemenristek/BRIN dengan No<strong> <a title="SK Akreditasi IJoLEC" href="https://drive.google.com/file/d/1-X7rHJDg2eHZEfv9Z9f_zVDBspDW51at/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">SK: 85/M/KPT/2020</a></strong> . Artikel yang telah publish dapat didownload secara gratis, dibaca dan disebrluaskan sebagai rujukan artikel selanjutnya. Paper di Submit secara online dengan melakukan registrasi terlebih dahulu di website ini atau dapat dikirimkan via email ilininstitute@gmail.com. Download <a href="https://docs.google.com/document/d/126H9oTsZj9iz8JWXU1WZ3UmK7adsF7MG/edit?usp=sharing&ouid=108515617045419713195&rtpof=true&sd=true" target="_blank" rel="noopener">Template disini </a>dan Panduan <a href="https://drive.google.com/file/d/1LxAzMydqQ_zL4BxVwxFI85Cd5wNRFnJg/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Penulisan disini</a></span></p>https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3238Penguatan Literasi Digital Pelaku Usaha Desa Kampoeng Radjoet Melalui Pelatihan E-Commerce dan Konten Digital2025-11-20T23:30:53+08:00Yulia Retnowatiyulia.retnowati@upi.eduDian Anggrainidian.anggraini@upi.eduIndira Syawanodyaindira@upi.eduAsyifa Imanda Septianaasyifa@upi.eduHendriyanahendriyana@upi.edu<p>Desa Kampoeng Radjoet Binong Jati merupakan sentra industri rajutan di Kota Bandung yang telah memanfaatkan Shopee sebagai <em>platform</em> pemasaran digital. Namun, para pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam mengoptimalkan fitur penjualan, khususnya <em>live selling</em>, serta dalam menghasilkan konten digital yang mampu meningkatkan visibilitas produk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kapasitas pemasaran pelaku usaha melalui pelatihan optimalisasi <em>e-commerce </em>dan pembuatan konten digital berbasis <em>smartphone</em>. Pelaksanaan kegiatan meliputi survei kebutuhan, pelatihan berbasis praktik (<em>hands-on practice</em>), dua kali pendampingan terstruktur, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan kuesioner kepuasan peserta. Sebanyak 25 peserta mengikuti evaluasi, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 46.1 yang meningkat menjadi 70.9 pada post-test, atau terjadi peningkatan pemahaman sebesar 53.8%. Hasil perhitungan normalized gain menunjukkan nilai g = 0.46 yang termasuk kategori peningkatan sedang. Indeks kepuasan peserta mencapai 94% (kategori Sangat Baik) yang mencerminkan bahwa materi dinilai relevan, mudah dipahami, dan aplikatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi <em>workshop</em> efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta memanfaatkan fitur Shopee serta memproduksi konten visual. Program ini memberikan landasan penting bagi penguatan strategi pemasaran digital pelaku usaha kreatif dan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan lanjutan maupun pelatihan berbasis teknologi.</p>2026-05-01T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Yulia Retnowati, Dian Anggraini, Indira Syawanodya, Asyifa Imanda Septiana, Hendriyanahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2249Bimbingan Teknis untuk MGMP IPA SMP tentang Pembuatan Media Evaluasi Interaktif Model PISA2024-01-23T12:48:39+08:00Khairil Arifkhairilarif@fmipa.unp.ac.idArief Muttaqiinmuttaqiin.a@fmipa.unp.ac.idFebri Yantofebri_yanto@fmipa.unp.ac.idOlyivia Retdwina Rusmaolyiviaretdwinarusma@gmail.comHarmedi Yulian Saputraharmediys@gmail.comTrio Mahendro Alam Sadtrio.mahendro@gmail.com<p>Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan perbedaan kemampuan guru di MGMP Sains sebelum dan setelah menggunakan bimbingan teknis untuk membuat media evaluasi interaktif menggunakan aplikasi Quizizz dan Wordwall. Ini adalah aplikasi yang menyediakan berbagai pertanyaan yang telah berkembang sesuai dengan model PISA. Data dalam penelitian ini diambil dari hasil tes, dan produk dibuat dalam bentuk pertanyaan yang dibuat oleh para guru menggunakan kedua aplikasi ini untuk membantu meningkatkan keterampilan literasi ilmiah siswa. Menggunakan data <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>, tes Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data. Proses ini dilakukan untuk menciptakan media evaluasi interaktif. Analisis mengungkapkan bahwa ada perbedaan antara dua periode sebelum dan setelah implementasi panduan teknis. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon W<sub>hitung</sub><W<sub>tabel</sub> yang berarti bahwa Ho ditolak karena ada perbedaan antara dua sebelum dan setelah Panduan Teknis diterapkan.</p>2026-05-02T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Khairil Arif Arif; Arief Muttaqiin, Febri Yanto; Olyivia Retdwina Rusma; Harmedi Yulian Saputra, Trio Mahendro Alam Sadhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3318Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Bali sebagai Inovasi Produk Lokal UMKM 2026-03-06T00:37:48+08:00Evani Chilvi Almaisyarohkknklampisan96@gmail.comAtiatu Kiky Lu’lu’aAtiatu@gmail.comRonaldo Maria Pereira AlvesRonaldoMaria@gmail.comLyvia ZahraniLyviaZahrani4@gmail.comReza Johan TribuanaRezaJohan@gmail.comAnita ZulfianiAnitaZulfiani6@gmail.com<p>Pomelo peels waste in Klampisan Village, which has not been optimally utilized, has the potential to be processed into high value products. This community service program aims to encourage the use of pomelo peels as an innovative product for small and medium enterprises while supporting community economic empowerment. The method used is a descriptive-explanatory qualitative approach through observation and participatory demonstrations conducted during the community service program on January 22, 2026, at the Klampisan Village Hall. The results show that pomelo peels can be processed into sweet and sour candies with a chewy texture and distinctive aroma. This outreach activity enhances community knowledge and skills while creating business opportunities based on local resources that are simple, affordable, and sustainable.</p>2026-05-02T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Evani Chilvi Almaisyaroh, Atiatu Kiky Lu’lu’a, Ronaldo Maria Pereira Alves, Lyvia Zahrani, Reza Johan Tribuana, Anita Zulfianihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3230Integrating Artificial Intelligence into Adaptive Learning Worksheets: a Community Service Initiative to Support Urban Food Security 2025-11-13T14:57:20+08:00Apit Fathurohmanapit_fathurohman@fkip.unsri.ac.idEsti Susiloningsihesti_susiloningsih@fkip.unsri.ac.idHilda Agustinahildaagustina@fp.unsri.ac.idPrimayoga Harsana Setyaajiprimayoga.harsana@gmail.com<p>The rapid development of artificial intelligence (AI) requires teachers to adapt in designing more innovative and contextual learning. However, most partner school teachers still face challenges in utilizing AI-based technology to develop effective teaching materials. This community service program aimed to enhance teachers’ capacity in developing adaptive AI-based student worksheets (LKPD) that support differentiated learning. The implementation consisted of socialization, training, practical mentoring, and feedback evaluation, involving 25 elementary school teachers. The results showed a significant improvement in teachers’ ability to use AI tools such as ChatGPT, Canva AI, and Quizizz AI to design interactive and contextual LKPD. Participant satisfaction surveys indicated that 72% rated the activity as very good and 28% as good. This program effectively improved teachers’ digital literacy and fostered creative integration of technology into classroom learning.</p>2026-05-01T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Apit Fathurohman, Esti Susiloningsih, Hilda Agustina, Primayoga Harsana Setyaajihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3311Penguatan Kapasitas Literasi Keuangan UMKM Kebon Manggis Jakarta Melalui Edukasi Pengelolaan Keuangan Usaha 2026-02-17T10:56:34+08:00Lailah Fujiantilailahfujianti@gmail.comNelyumna RizalNelyumnaRizal@gmail.comElia RossaEliaRossa@gmail.com<p>Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan pengelolaan keuangan UMKM melalui program edukasi pengelolaan keuangan usaha. Metode yang digunakan berbasis <em>experiential learning</em> yang meliputi pemberian materi, diskusi, studi kasus, serta evaluasi menggunakan <em>pre</em>-<em>tes</em>t dan <em>post</em>-<em>test.</em> Peserta kegiatan berjumlah 18 pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan secara langsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan pengelolaan keuangan, termasuk kemampuan membedakan kas usaha dan pribadi, menyusun perencanaan kas, serta melakukan pencatatan kas. Nilai rata-rata kemampuan peserta meningkat setelah pelatihan, dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan keuangan efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan pengelolaan keuangan pelaku UMKM. Program ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas manajerial UMKM.</p>2026-05-08T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Lailah Fujianti, Nelyumna Rizal, Elia Rossahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3221Peningkatan Kompetensi Pedagogi Digital Abad 21: Pelatihan Koding dan Artificial Intelligence bagi Guru Sekolah Dasar 2025-11-10T15:27:05+08:00ABDUL KHOLIKabdulkholik@uigm.ac.idFauzia AfriyaniFauziaAfriyani@gmail.comMuhammad Dzulfikar FauziMuhammadDzulfikarFauzi@gmail.com<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan mengadopsi kerangka kerja service learning melalui tiga tahapan sistematis, yaitu persiapan (analisis kebutuhan dan telaah modul), pelaksanaan lokakarya intensif selama tiga hari, dan evaluasi dampak. Metode pelatihan yang diterapkan menggunakan strategi Differentiated Toolkit dan Dual-Purpose Intervention melalui kombinasi presentasi, demonstrasi, serta praktik terbimbing (hands-on) pada tujuh platform teknologi koding dan Artificial Intelligence (AI). Hasil evaluasi menunjukkan efektivitas pelatihan yang sangat signifikan dengan peningkatan skor rata-rata peserta dari 38,4% pada pre-test menjadi 83,1% pada post-test. Analisis kuantitatif menghasilkan skor N-Gain rata-rata sebesar 0,725 yang masuk dalam kategori "Tinggi", dengan peningkatan pemahaman tertinggi pada domain konsep AI/ML (0,78) dan AI Generatif (0,77). Secara kualitatif, ditemukan transformasi persepsi guru dari kekhawatiran teknis menjadi antusiasme tinggi dalam mengadopsi teknologi untuk produktivitas kerja. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berhasil meningkatkan kompetensi pedagogi digital dan kepercayaan diri guru SD Yayasan IBA Palembang dalam mengimplementasikan kurikulum inovatif. Disarankan agar pihak sekolah membentuk Komunitas Belajar Profesional (KBP) internal untuk menjamin keberlanjutan integrasi teknologi koding dan AI dalam praktik pembelajaran sehari-hari</p>2026-05-01T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Abdul Kholik, Fauzia Afriyani, Muhammad Dzulfikar Fauzihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3269Implementasi Manajemen Risiko Pengobatan Antihipertensi dengan Pendeketan Aplikasi TensiCare Berbasis Smartphone2025-12-05T17:24:57+08:00Febbyasi Megawaty Rangkafebbyasi.megawaty@uph.eduJessica Noviajessica.novia@uph.eduDiana Intan Gabriella Lusianadiana.lusiana@uph.edu2026-05-02T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Febbyasi Megawaty Rangka, Jessica Novia, Diana Intan Gabriella Lusianahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3190Efektivitas Pelatihan Peer Educator dalam Pencegahan Perkawinan Anak2025-10-01T09:41:37+08:00Siti Rohmah Nurhayatisiti_rohmah@uny.ac.idNesya Adiranesyaadira@uny.ac.idKarsiyatikarsiyati@uny.ac.idAnnisa Reginasariannisareginasari@uny.ac.idHasna Salsabilahasnasalsabila.2023@student.uny.ac.idYusti Setya Anisayustisetya.2023@student.uny.ac.id<p>This Community Service (PkM) program aims to enhance participants’ knowledge and skills through intervention-based training, enabling them to educate their peers about the prevention of child marriage. The program was implemented in Belitung Regency, involving 31 participants from several schools. The program’s effectiveness was evaluated using a one-group pretest–posttest design with paired-sample t-tests. The results of the paired-sample t-test showed an increase in the mean pretest score (M = 17.9, SD = 4.51) and posttest score (M = 23.5, SD = 3.62), with a mean difference of 5.65 points—a statistically significant difference: t(30) = –7.18, p < .001. A very large effect size (Cohen’s d = 1.29) indicates that the training had a substantial impact on participants’ knowledge. The study’s findings underscore the importance of practical training-based interventions in fostering children’s capacity as peer educators, while also providing recommendations for broader implementation in other regions with similar characteristics.</p>2026-04-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Siti Rohmah Nurhayati, Nesya Adira, Karsiyati, Annisa Reginasari, Hasna Salsabila, Yusti Setya Anisahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3219Penguatan Identitas Digital dalam Strategi Pemasaran Pariwisata Berbasis Jaringan Mitra Desa Toyomarto, Singosari2025-11-09T13:29:43+08:00Dynda Fadhlillah Auliadynda@ub.ac.idDwi Budi Santosodbudi@ub.ac.idFarah Wulandari Pangestutyfarah.wp@ub.ac.id<p>Program pengabdian ini bertujuan memperkuat identitas digital Desa Toyomarto dalam rangka meningkatkan efektivitas pemasaran pariwisata berbasis jaringan mitra. Kegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif melalui lokakarya perumusan citra desa wisata, pelatihan pemasaran digital untuk pemerintah desa, kelompok sadar wisata, Badan Usaha Milik Desa, pelaku usaha pariwisata, dan komunitas lokal, serta pendampingan intensif dalam pembentukan jejaring kemitraan dengan pemangku kepentingan eksternal. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya identitas baru “Toyomarto Eco Heritage Gateway” yang memadukan narasi alam dan budaya, tersusunnya pedoman penggunaan identitas visual dan konten digital, peningkatan keterampilan pengelola dalam produksi dan pengelolaan konten, serta peningkatan keterhubungan dengan mitra seperti lembaga kreatif, penyedia layanan pemesanan perjalanan, dan media lokal. Penguatan identitas digital berkontribusi pada kenaikan keterpaparan destinasi di media sosial, peningkatan kunjungan wisatawan pada akhir pekan, dan pertumbuhan pendapatan unit usaha desa yang terkait pariwisata. Disimpulkan bahwa penguatan identitas digital berbasis potensi lokal yang diintegrasikan dengan pengembangan jaringan mitra merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan pemasaran pariwisata Desa Toyomarto.</p>2026-05-02T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Dynda Fadhlillah Aulia, Dwi Budi Santoso, Farah Wulandari Pangestutyhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3259Pelatihan Spray Anti Nyamuk Berbahan Alami sebagai Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Nyamuk Aedes aegypti2025-12-03T10:47:05+08:00Sharon Susantosharon.susanto@atmajaya.ac.idYulius Evan Christianyulius.christian@atmajaya.ac.idCalista Wijardi yulius.christian@atmajaya.ac.idNathali Nathaliyulius.christian@atmajaya.ac.idJessica Mutiara Susanto yulius.christian@atmajaya.ac.idGrace Nathania Agustine yulius.christian@atmajaya.ac.id<p>Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a public health concern, particularly in densely populated urban communities. The prolonged use of chemical-based insecticides poses health and environmental risks, necessitating the adoption of safer, natural alternatives. This community service program aimed to enhance public knowledge and skills through education and training on the formulation of mosquito repellent spray using lemongrass and lavender. The methods included interactive lectures, group discussions, and hands-on workshops. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test consisting of 10 multiple-choice questions. Results showed a significant increase in the average score from 78.3 to 88.67. The median score improved from 80 to 90, while the minimum and maximum scores remained constant (60 and 100, respectively). These findings indicate that the practical-based learning approach effectively increased participants’ understanding of the risks of chemical insecticides and the benefits of natural repellents. Additionally, participants demonstrated high enthusiasm and interest in reproducing the herbal spray independently. This program not only improved environmental health literacy but also opened opportunities for household-scale entrepreneurship using eco-friendly products. Similar activities are recommended for replication in other areas, with further development and cross-sector collaboration.</p>2026-05-01T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Sharon Susanto, Yulius Evan Christian, Calista Wijardi , Nathali Nathali, Jessica Mutiara Susanto , Grace Nathania Agustine https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2725Penerapan Kelompok Psikoedukasi dengan Model Bermain Peran untuk Mencegah Perundungan Siber Peserta Didik Madrasah Aliyah2024-11-09T11:02:58+08:00Herdi HerdiHerdi@unj.ac.idHappy Karlina MarjoHappyKarlina@gmail.comDewi JustitiaDewiJustitia@gmail.com<p><strong> </strong>Tujuan PkM adalah mencegah perundungan siber melalui penerapan kelompok psikoedukasi dengan model bermain peran. Metode PkM menggunakan kelompok psikoedukasi dengan model bermain peran. Sasaran utama PkM adalah 36 peserta didik kelas XI A-F MAN Jakarta. Selain itu, terlibat juga empat wali kelas XI, dan tiga guru BK/K MAN, enam orang <em>peer helper</em> dari mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, dan 40 anggota Kelompok Bimbingan dan Konseling Remaja. Pengumpulan data menggunakan <em>Behavior During Cyberbullying Episodes Scale</em> versi peserta didik MAN hasil adaptasi dan validasi ketua pelaksana PkM serta Instrumen Evaluasi PkM. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Secara operasional analisis data kuantitatif menggunakan bantuan <em>software SPSS v.23.0.</em> Hasil PkM dapat disimpulkan bahwa penerapan kelompok psikoedukasi dengan model bermain peran terbukti dapat mencegah perundungan siber peserta didik kelas XIA-F MAN di Jakarta. Hal ini terbukti dari perbedaan yang signifikan pada peran saksi pasif dan pelaku perundungan yang menurun dan peningkatan skor walaupun tidak signifikan pada peran pembela korban perundungan siber. Peserta didik menilai bahwa kegiatan ini sangat berkualitas, sangat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, sangat membantu dalam mencegah dan mengatasi perundungan siber, sangat puas, sangat merekomendasikan kepada peserta didik lain, serta sangat menginginkan dan akan mengikuti jika kegiatan serupa diadakan kembali di tahun berikutnya.</p>2026-05-02T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Herdi Herdi, Happy Karlina Marjo, Dewi Justitiahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2997Rancang Bangun dan Implementasi Solar Dryer Portable Berbasis IoT untuk Efisiensi Pengeringan Kopi2025-05-07T15:39:34+08:00Aisyah Fatma Salsabila -sabilasya89@gmail.comAfifa Husna afifahusna@umm.ac.idElfi Anis Sa'atielfi@umm.ac.id<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu pengeringan serta menjaga mutu biji kopi pada Kelompok Tani Raharja di Desa Harjokuncaran melalui penerapan teknologi tepat guna berupa solar dryer portable berbasis Internet of Things (IoT).Metode pelaksanaan meliputi observasi kualitatif terhadap proses pengeringan yang dilakukan mitra, perancangan alat solar dryer, implementasi teknologi di lapangan, serta evaluasi kinerja alat bersama mitra. Solar dryer yang dikembangkan dilengkapi dengan sensor suhu dan sensor kadar air yang terintegrasi dengan aplikasi mobile untuk memantau kondisi pengeringan secara real-time. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan solar dryer portable berbasis IoT mampu menurunkan kadar air biji kopi dari sekitar 60% menjadi 8,8% dalam waktu tujuh hari,lebih efisien dibandingkan metode pengeringan tradisional yang memerlukan waktu 7–14 hari. Kadar air yang dihasilkan telah memenuhi standar mutu biji kopi sesuai SNI 01-2907-2008.Dengan demikian, penerapan solar dryer portable berbasis IoT terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi pengeringan, menjaga kualitas dan kebersihan biji kopi, serta dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh kelompok tani sebagai solusi teknologi tepat guna.</p>2026-04-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Aisyah Fatma Salsabila -, Afifa Husna , Elfi Anis Sa'atihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3234MEUSARE TEUMULEH: Pelatihan Ortografi Bahasa Aceh Berbasis Kearifan Lokal Hadih Maja2025-11-17T14:50:15+08:00Nurlayli Yantinurlayliyanti@isbiaceh.ac.idInas Ghinaghina@isbiaceh.ac.idHumaira Anwarhumairaanwar@isbiaceh.ac.id<p>The Acehnese language constitutes an essential element in the formation of cultural identity, transmitted across generations. However, the ability of the younger generation to write in Acehnese in accordance with orthographic conventions has shown a declining trend. The Meusare Teumuleh program was implemented at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Aceh Besar as a revitalization effort through training based on the local wisdom of Hadih Maja, particularly in the absence of formal Acehnese language instruction at the institution. The implementation methods included socialization, material development, training, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results indicated a significant improvement in students’ competencies, with scores increasing from an initial range of 10–20 to 45–75. The program not only enhanced students’ understanding of Acehnese orthographic systems but also fostered awareness of local cultural values, while encouraging the sustainability of culture-based learning within the school environment.</p>2026-05-02T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Nurlayli Yanti, Inas Ghina, Humaira Anwarhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3316Peningkatan Literasi Kosmetik Alami melalui Workshop Green Beauty Lab: Formulasi Masker Wajah Berbasis Bahan Alami pada Siswa SMA2026-02-27T13:20:30+08:00Untung Gunawanuntung.gunawan@atmajaya.ac.idMathias Lourdion Kusnamanyulius.christian@atmajaya.ac.idVenestrata Gracia VENESTR.12024001170@student.atmajaya.ac.idPatrycia SetiawanPATRYCI.202306020049@STUDENT.ATMAJAYA.AC.IDYulius Evan Christianyulius.christian@atmajaya.ac.id<p>The use of chemical-based cosmetics without adequate understanding among adolescents is increasing and poses risks of skin irritation and long-term health problems. Education on natural cosmetics is essential to build awareness of choosing safe and environmentally friendly products. This community service activity aimed to improve high school students' knowledge and skills in formulating natural-based facial masks and to foster natural cosmetic literacy. The activity was conducted offline at the FKIK Unika Atma Jaya campus, involving 30 students from grades XI and XII. The method used was an interactive workshop consisting of material delivery on natural cosmetics, hands-on mask formulation practice, and group discussions. Evaluation was conducted using a pre-tes and post-test to measure knowledge improvement, and a Likert-scale questionnaire to assess satisfaction and goal achievement. Data analysis used a Wilcoxon test. There was a significant increase in knowledge after the workshop, with mean scores increasing from 82,67 to 93,33 (p < 0.05). Participants successfully practiced mask formulation, indicating clarity of the material, relevance of the topic, and facilitator skills. The activity was effective in improving natural cosmetic literacy and practical skills among high school students. This program has the potential to be replicated in other schools as an effort to empower the younger generation regarding safe and sustainable natural cosmetics.</p>2026-05-08T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Untung Gunawan, Mathias Lourdion Kusnaman, Venestrata Gracia , Patrycia Setiawan, Yulius Evan Christianhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3222Improving The Capacity of Village Officials Using Digitalization for Vulnerable People Disaster Area2025-11-10T15:27:50+08:00Damayanti Wardyaningrumdamayanti@uai.ac.idEndang RipmiatinEndangRipmiatin@gmail.comAde JamalAdeJamal@gmail.comAni IsnaeniAniIsnaeni@gmail.comDani KuntowibisonoDaniKuntowibisono@gmail.com<p>Sukanagalih Village in Cianjur, West Java is one of the villages located in an area prone to earthquake disasters. The 2022 earthquake in Cianjur claimed the lives of more than five hundred people, and thousands of refugees required major efforts to mitigate disaster risks. This region urgently needs to manage population data with digitalization for the purpose of disaster mitigation. Especially identifying the residents who are included into the category of vulnerable people affected by disasters, such as toddlers, children, pregnant women, the elderly and the disabled. In the event of the 2022 disaster, the distribution of aid to vulnerable people was inadequate due to the unavailability of data that can be readily accessed by the benefactors. This community service program aims to improve the capacity of village officials in managing population data, especially for disaster-prone groups through the digitalization. The activities in this program consisted of compilation of population data materials, creation of a digital application, implementation of the training program and evaluation of the activities. These activities received very good responses from the training participants, who were village officials from all elements, and there were a number of requests, wishing improvement to several features in the digital application.</p>2026-05-01T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Damayanti Wardyaningrum, Endang Ripmiatin, Ade Jamal, Ani Isnaeni, Dani Kuntowibisonohttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/630-638House Dust Mite Allergies Among Elementary Students in a Semi-Rural Area 2025-12-24T18:13:29+08:00Maria Kaisarmaria.kaisar@atmajaya.ac.idAnastasia Hangestuanastasiahngst@gmail.comAiren Wangairennwang@gmail.comJoyceline Chika Tanelyjoycelinetanely05@gmail.comPutri Regita Anggrainiputriregitaanggraini@gmail.comSoegianto Alisoegianto.ali@atmajaya.ac.id<p>Allergies represent a chronic health concern among schoolchildren in Indonesia. The disorder is increasing in number but often underdiagnosed, particularly in semi-rural areas facing limited access to health services. This community service sought to facilitate access to initial allergy screening and increase awareness of the allergic status of elementary schoolchildren in the semi-rural area of Muaragembong, Bekasi. Allergy screening was conducted using the Skin Prick Test (SPT) method to detect sensitization to house dust mite (HDM) allergens <em>Dermatophagoides pteronyssinus </em>(<em>Derp</em>) and <em>D. farinae </em>(<em>Derf</em>) in 98 participants aged 6–13 years. Subsequent data analysis and interpretation aimed to enhance health awareness. The results indicated that the total prevalence of HDM sensitization reached 24.5%, with 7.1% of them sensitized to both allergens. This finding highlights the critical nature of the allergy issue and the need for its proactive intervention. Direct discourse about this discovery with parents/guardians and local healthcare services is pivotal to raise their awareness. Future efforts should prioritize the development of HDM avoidance protocols that require active parental participation in routine household cleaning as a community-based solution. Additionally, establishing formal referral networks to local health facilities, governments, and other policymakers is essential for ensuring ongoing allergy management.</p>2026-05-01T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Maria Kaisar, Anastasia Hangestu, Airen Wang, Joyceline Chika Tanely, Putri Regita Anggraini, Soegianto Alihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3213Penguatan Kompetensi Guru PAUD melalui Pelatihan Alat Permainan Edukatif (APE) Berbasis Ecobrick 2025-10-30T13:54:21+08:00Herlinaherlina@unm.ac.idRusmayadiRusmayadi@unm.ac.idArifin ManggauArifinManggau@unm.ac.idRahayuRahayu4@unm.ac.idAssidiq DarwisAssidiqDarwis@unm.ac.id<p>Pelatihan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) berbasis ecobrick dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam memanfaatkan limbah plastik sebagai media pembelajaran yang ramah lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah membekali guru dengan keterampilan merancang dan memproduksi APE yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan sejak dini. Metode yang digunakan adalah <em>workshop partisipatif</em> dengan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR), melibatkan 28 guru PAUD dari lima kelompok bermain di Kabupaten Takalar. Tahapan pelatihan mencakup sosialisasi, praktik pembuatan ecobrick, produksi APE, serta refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam merancang APE berbasis daur ulang, terbukti dari terciptanya berbagai prototipe seperti balok warna, puzzle geometris, dan meja belajar mini. Selain itu, terjadi perubahan sikap guru terhadap pengelolaan sampah plastik, ditandai dengan terbentuknya <em>ecobrick corner</em> di beberapa sekolah dan komitmen kolaboratif untuk mengintegrasikan media tersebut ke dalam Rencana Kegiatan Mingguan (RKM). Implikasi kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis lingkungan dapat menjadi katalis perubahan perilaku, sekaligus menawarkan model pelatihan yang dapat direplikasi di daerah lain untuk mendukung pencapaian SDGs poin 4 (pendidikan berkualitas) dan 12 (produksi dan konsumsi berkelanjutan</p>2026-04-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Herlina, Rusmayadi, Arifin Manggau, Rahayu, Assidiq Darwishttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3358Penerapan Rekayasa Pewarnaan Alami Berbasis Limbah Daun Ketapang untuk Produksi Batik Ramah Lingkungan2026-04-07T16:07:18+08:00Nelly Budihartinelly@lecturer.itn.ac.idSutanto HidayatSutantoHidayat2@gmail.comIftitah RuwanaIftitahRuwana3@gmail.comNanta Sigitnantasigit1991@gmail.comWirawan Aryanto BalolWirawanAryanto@gmail.comFaidliyah Nilna MinahFaidliyahNilna@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan teknik pewarnaan batik menggunakan pewarna alami berbasis limbah daun ketapang serta meningkatkan keterampilan mitra dalam menghasilkan produk batik ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimen terapan dan pelatihan kepada anggota Paguyuban Pembatik Ikat Bulan Asri di Karanglo, Malang. Eksperimen dilakukan dengan variasi bentuk bahan baku (daun, serbuk, dan bubuk), jenis pelarut (air hangat, alkohol 70%, dan metanol 99%), serta metode fiksasi menggunakan tunjung dan tawas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa daun ketapang tua menghasilkan warna dengan intensitas paling tinggi (very bold), sedangkan bentuk bubuk menghasilkan warna yang lebih lembut (soft colour). Penggunaan fiksasi tunjung menghasilkan warna lebih gelap dibandingkan tawas. Selain itu, peserta pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan dalam proses pewarnaan alami dan mampu menghasilkan produk batik dengan variasi warna yang lebih konsisten. Kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha batik berbasis pewarna alami yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, pemanfaatan limbah daun ketapang terbukti efektif sebagai sumber pewarna alami yang berpotensi meningkatkan kualitas produk sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat.</p>2026-05-02T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Nelly Budiharti, Sutanto Hidayat, Iftitah Ruwana, Nanta Sigit, Wirawan Aryanto Balol, Faidliyah Nilna Minahhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3261Optimasi Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Bahasa Jepang di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) 2025-12-04T08:30:20+08:00Nuria Haristianinuriaharist@upi.eduVia Luviana Dewantyluvianadewanty@upi.eduDedi Sutedidedisutedijepang@upi.eduNeneng Sutjiatisutjiatineneng@upi.edu<p>Kendala yang dihadapi oleh pengajar bahasa Jepang di Indonesia pada umumnya, dan pengajar di Lembaga pelatihan Bahasa Jepang khususnya, adalah kemampuan pengajar dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pengajar dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar, sehingga diharapkan dapat menunjang peningkatan kemampuan bahasa Jepang peserta didik. Kegiatan PkM berupa pelatihan dan diskusi terpumpun (<em>Focus Group Discussion</em>/FGD) dilaksanakan di LPK Puspa Setya Abadi (PSA <em>Training Center and Career Partner</em>) yang berlokasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan FGD dan pelatihan disusun sesuai dengan kebutuhan guru bahasa Jepang di lapangan yang menginginkan adanya pelatihan intensif mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Jepang, dengan didampingi tim kegiatan pengabdian/dosen instruktur. Hasil FGD menunjukkan bahwa para pengajar memang menyadari bahwa pemanfaatan teknologi dalam PBM Bahasa Jepang sangatlah penting. Kegiatan pelatihan juga berhasil berhasil memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi pengajar, dengan tindak lanjut berupa pelatihan lanjutan sehingga diharapkan proses belajar mengajar di LPK akan menjadi lebih efektif dan interaktif.</p>2026-05-02T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Nuria Haristiani, Via Luviana Dewanty, Dedi Sutedi, Neneng Sutjiatihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3165Pembuatan Teh Herbal Kombinasi untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Menurunkan Gula Darah Warga ‘Aisyiyah Duren Seribu2025-09-18T14:04:42+08:00Rinditarindita@uhamka.ac.idKori YatiKoriyati@gmail.comEngla MerizkaEnglaMerizka3@gmail.comFitria NugrahaeniFitriaNugrahaeni@gmail.comMaulida KamilaMaulidaKamila@gmail.comRizky RamadhanRizkyRamadhan@gmail.comRianto Arya SaputraRiantoAryaSaputra@gmail.com<p>Kegiatan ini bertujuan melatih masyarakat ‘Aisyiyah Duren Seribu, Depok, dalam pembuatan teh herbal kombinasi daun salam dan kulit kayu manis sebagai upaya menurunkan gula darah serta meningkatkan pengetahuan tentang pengendalian penyakit terkait gula darah. Metode yang dilakukan adalah <em>Participatory Action Research</em> yang dimulai dari survei dan analisis kebutuhan mitra yaitu PRA Duren Seribu, lalu pemberian edukasi terhadap 34 orang, praktik pembuatan teh herbal, pemantauan kadar gula darah menggunakan metode POCT terhadap 20 orang yang telah diskrining sebelumnya, serta evaluasi melalui <em>pre</em>-<em>test</em> dan <em>post</em>-<em>test</em>. Data hasil <em>pre</em>-<em>test</em> dan <em>post</em>-<em>test</em> dibandingkan, dan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata <em>pre</em>-<em>test</em> 57,60 menjadi 80,00 pada <em>post</em>-<em>test</em>. Selain itu, sekitar 40% responden mengalami penurunan kadar gula darah dalam dua minggu, khususnya pada kelompok prediabetes dan <em>borderline</em>. Edukasi ini efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong pola hidup sehat.</p>2026-05-01T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Rindita, Kori Yati, Engla Merizka, Fitria Nugrahaeni, Maulida Kamila, Rizky Ramadhan, Rianto Arya Saputrahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3225Edukasi Berbasis Literasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Khasiat Rimpang Herbal2025-11-12T11:24:59+08:00Siti Uswatun Hasanahsitiuswatunhasanah@stfi.ac.idDiki Prayugo Wibowosemsttarani@gmail.comHesti RiasariHestiRiasari3@gmail.comSani Nurlaela FitriansyahSani@gmail.comIrma Erika HerawatiIrmaErika@gmail.com<p><em>Medicinal plants can consist of herbs or specific parts of plants, such as spices commonly used in cooking. In today’s digital era, the dissemination of information regarding the use of herbal medicine plays an important role in public education. During the Industry 4.0 era, people can easily access various information independently through websites and online learning platforms. However, the utilization of local herbal plants remains relatively low due to limited public understanding of their potential as medicinal herbs. This community service activity aimed to improve the knowledge and understanding of the residents of Ciburuan Hamlet, Jingkang Village, Bandung Regency, regarding herbal plants, particularly the rhizomes of ginger, turmeric, aromatic ginger (</em><em>kencur</em><em>), and galangal (</em><em>lengkuas</em><em>). Education was carried out through interactive education sessions and brochure distribution. The methods included preliminary observation, interviews, and questionnaires. The results showed a significant increase in participants’ knowledge about the active compounds and pharmacological activities of herbal plants. Before the activity, most participants were unfamiliar with the bioactive components of herbal rhizomes and only knew their traditional uses. After the interactive session, all participants were able to recognize the chemical constituents and mechanisms of action of these herbs as antioxidants, antibacterials, and anti-inflammatory agents. This activity demonstrates that digital and visual literacy-based education can effectively enhance public awareness (83%) and confidence in using herbal medicine as an alternative for maintaining family health.</em></p>2026-05-01T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Siti Uswatun Hasanah, Diki Prayugo Wibowo, Hesti Riasari, Sani Nurlaela Fitriansyah, Irma Erika Herawati