https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/issue/feedCARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat2025-12-29T00:00:00+08:00Muh. Ilham Bakhtiarilhambakhtiar86@gmail.comOpen Journal Systems<p><span class="Apple-style-span"><strong>CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</strong> merupakan jurnal yang dikelola oleh Institute for Learning Innovation and Counseling. Menerbitkan artikel kegiatan pengabdian pada masyarakat bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumberdaya manusia, kesehatan, teknologi tepat guna, dan kesehatan. M</span><span class="Apple-style-span">emiliki </span> <strong><a href="http://u.lipi.go.id/1529841925" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN: 2621-7910 </a>dan </strong><a href="http://u.lipi.go.id/1529841757" target="_blank" rel="noopener"><strong>p-ISSN: 2621-7961</strong></a>. Kini Abdimas Caradde terbit tiga kali setahun Agustus, Desember dan April.</p> <p><span class="Apple-style-span"><strong>CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, </strong>telah<strong> terakreditasi "<a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/6364" target="_blank" rel="noopener">Peringkat III </a>"</strong>oleh Kemenristek/BRIN dengan No<strong> <a title="SK Akreditasi IJoLEC" href="https://drive.google.com/file/d/1-X7rHJDg2eHZEfv9Z9f_zVDBspDW51at/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">SK: 85/M/KPT/2020</a></strong> . Artikel yang telah publish dapat didownload secara gratis, dibaca dan disebrluaskan sebagai rujukan artikel selanjutnya. Paper di Submit secara online dengan melakukan registrasi terlebih dahulu di website ini atau dapat dikirimkan via email ilininstitute@gmail.com. Download <a href="https://docs.google.com/document/d/126H9oTsZj9iz8JWXU1WZ3UmK7adsF7MG/edit?usp=sharing&ouid=108515617045419713195&rtpof=true&sd=true" target="_blank" rel="noopener">Template disini </a>dan Panduan <a href="https://drive.google.com/file/d/1LxAzMydqQ_zL4BxVwxFI85Cd5wNRFnJg/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Penulisan disini</a></span></p>https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3155Peningkatan Literasi Penggunaan Obat yang Rasional pada Remaja melalui Edukasi Partisipatif2025-09-10T21:58:08+08:00Yulius Evan Christianyulius.christian@atmajaya.ac.idKeysia Rahma Karinagilbertca122@gmail.comGrace Nathania Agustinegresnataniaa@gmail.comNaomi Suci Mantirinaomima123@gmail.com<p>Rendahnya literasi penggunaan obat secara rasional pada remaja masih menjadi permasalahan penting yang berdampak pada ketidaktepatan dosis dan waktu minum obat, sehingga dapat menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi penggunaan obat secara rasional pada siswa/i OSIS SMP Negeri 129 Jakarta Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan latihan membaca label obat. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 30 peserta dengan instrumen berupa 10 soal pilihan ganda dan 2 soal esai yang dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 62% pada pretest menjadi 84% pada posttest, disertai perubahan sikap positif di mana sebagian besar peserta menyatakan akan membaca label obat sebelum mengonsumsi dan mematuhi jadwal minum obat sesuai aturan. Secara kualitatif, peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya keteraturan waktu minum obat dan penyesuaian dosis berdasarkan usia serta berat badan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi penggunaan obat secara rasional pada remaja. Secara ilmiah, hasil ini memperkuat relevansi pendekatan berbasis sekolah sebagai model intervensi edukatif dalam peningkatan literasi farmasi remaja dan dapat dijadikan dasar bagi penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Yulius Evan Christian, Keysia Rahma Karina, Grace Nathania Agustine, Naomi Suci Mantirihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3004PAKETIN CANTING (Paket Kelas Catin Cegah Stunting) dalam Persiapan Biopsikososial Pranikah2025-05-16T02:49:13+08:00Leila Nisya Ayuandaintankusuma29@gmail.comNur Intan Kusumaintankusuma29@gmail.comFitriyanifitriyani3@gmail.com<p>Preconception Services, especially for prospective brides and grooms, aim to discover and change biomedical, psychological and social risks to women's health and pregnancy conditions with optimal early detection strategies. However, until now, services for prospective brides and grooms have only been limited to providing tetanus toxoid vaccination, which is currently not a prevention of the main problem. In fact, it is believed that the current problem of stunting can be prevented by optimally planning pregnancies and even marriages. So a strategy needs to be carried out in developing wedding planning through comprehensive pre-wedding classes. This community service aims to increase independence and empower health workers and prospective brides and grooms (catin) in optimal pre-wedding planning. The participants were 49 prospective brides and grooms. The method used is Participatory Action Research (PAR) by carrying out 3 activities carried out in stages. The activities carried out are screening of catin's physical and mental health, physical and mental preparation education, social and spiritual preparation education, and monitoring and evaluation. The results of community service, namely based on premarital biopsychosocial preparation before and after the catin class, showed an average increase of 52%. From the results of the community service program in the form of catin classes, in general there are differences between before and after the program.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Leila Nisya Ayuanda, Nur Intan Kusuma, Fitriyanihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3168Penerapan Teknologi Tepat Guna Berbasis Ekonomi Sirkular dalam Mendukung Desa Rendah Karbon dan Ketahanan Pangan2025-09-23T11:44:30+08:00Meti EkayaniMetiEkayani@gmail.comArini HardjantoAriniHardjanto2@gmail.comMarisa Ramadanti MausulMarisaRamadantiMausul3@gmail.comDeffi Ayu Puspito Sarideffi.sari@bakrie.ac.idJulie EkasariJulieEkasari4@gmail.com<p>Sampah makanan (food waste) merupakan salah satu isu penting di Indonesia karena berkontribusi terhadap timbulan sampah nasional dan emisi karbon. Berdasarkan laporan UNEP (2024), food waste di Indonesia mencapai 77 kg per kapita per tahun atau sekitar 20,9 juta ton pada 2022. Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tantangan tersebut, dengan timbulan sisa makanan mencapai lebih dari 319 ton per RW setiap tahunnya (Melati, 2022). Sebagai respon, program pengabdian masyarakat tahun kedua ini diarahkan untuk memperkuat penerapan konsep ekonomi sirkular berbasis teknologi tepat guna melalui tiga pilar utama: budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), pertanian dengan sistem irigasi tetes, dan perikanan berbasis bioflok tanpa molase. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi yang melibatkan Kelompok Tani Kebon Kopi Mandiri serta Komunitas Pabuaran Hijau. Inovasi teknologi, seperti penggunaan mesin pengayak maggot berbasis pedal, rak biopond empat jenjang, serta irigasi tetes berhasil mengoptimalkan lahan terbatas. Penerapan bioflok tanpa molase dengan pakan alternatif maggot juga memperkuat integrasi antara sektor perikanan dan pengelolaan sampah organik. Selain aspek teknis, pelatihan pemasaran berbasis digital marketing meningkatkan pemahaman peserta dalam strategi branding, segmentasi pasar, dan distribusi. Program ini berkontribusi pada peningkatan nilai tambah produk, perluasan akses pasar, serta penguatan ketahanan pangan desa berbasis ekonomi sirkular yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian SDGs 2 dan 12.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Meti Ekayani, Arini Hardjanto, Marisa Ramadanti Mausul, Deffi Ayu Puspito Sari, Julie Ekasarihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3149Peningkatan Kompetensi Pedagogis Digital Guru melalui Pelatihan Media Interaktif Berbasis Service Learning di Al-Fikh Orchard, Malaysia2025-09-02T08:24:41+08:00Zailanizailani@umsu.ac.idAhmad Afandiahmad.affandi@umsu.ac.idRahmayatirahmayati@umsu.ac.idIsra Hayatiisrahayati@umsu.ac.id<p>Kesenjangan kompetensi digital, rendahnya motivasi, dan ketiadaan sistem evaluasi yang sistematis menjadi kendala utama dalam optimalisasi pembelajaran di Al-Fikh Orchard, Selangor, Malaysia. Menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis-pedagogis, menguatkan self-efficacy pengajar dalam merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran interaktif berbasis digital seperti Quizizz, serta membekali institusi mitra dengan kerangka evaluasi yang terstruktur untuk mengukur dampak inovasi secara berkelanjutan. Kegiatan yang melibatkan 30 orang pengajar ini dilaksanakan secara luring di Al-Fikh Orchard, Selangor, Malaysia, dengan mengadopsi pendekatan Service Learning (SL) yang partisipatif. Metode ini diimplementasikan melalui serangkaian tahapan terstruktur, mulai dari pemetaan kebutuhan awal melalui pre-test, dilanjutkan dengan pelatihan intensif yang mengintegrasikan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), workshop kolaboratif untuk perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) digital, sesi praktik microteaching dengan umpan balik sejawat, hingga pendampingan pasca-pelatihan untuk memastikan keberlanjutan implementasi. Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat signifikan, terbukti dari peningkatan skor rata-rata gabungan kompetensi peserta (pemahaman konseptual dan keterampilan teknis) sebesar 41.9 poin, atau setara dengan peningkatan 99.2% dari skor pre-test ke post-test. Secara kualitatif, kegiatan ini berhasil menghasilkan 10 set perangkat ajar digital siap pakai yang telah diuji melalui microteaching, serta berhasil memantik terbentuknya komunitas belajar informal di antara para pengajar yang berfungsi sebagai mekanisme mentoring internal. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendekatan Service Learning yang holistik, yang tidak hanya fokus pada aspek teknis tetapi juga menguatkan landasan pedagogis (TPACK) dan self-efficacy, merupakan strategi yang efektif dan memberdayakan untuk memfasilitasi adopsi teknologi pendidikan yang bermakna dan berkelanjutan di institusi mitra</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Zailani, Ahmad Afandi, Rahmayati, Isra Hayatihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3202Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Pengolahan Teh Celup Bawang Dayak sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Herbal Berbasis Lokal2025-10-16T09:25:15+08:00Ahmad IrawanAhmad.irawan101@gmail.comZimon Pereizzimonpereiz@mipa.upr.ac.idHendrik Segahsegah@for.upr.ac.idChuchitachuchita@mipa.upr.ac.idEfriyana Oksalefriyana.oksal18@mipa.upr.ac.idAji Pamungkaspereizzimon@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, dengan fokus pada peningkatan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bawang dayak (Eleutherine palmifolia) sebagai teh celup herbal untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif yang mencakup sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 50 orang berpartisipasi, terdiri atas ibu rumah tangga, kader PKK, tokoh masyarakat, remaja, hingga warga lanjut usia yang berisiko diabetes. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan yang sangat signifikan: pemahaman masyarakat meningkat dari 11,2% pada pre-test menjadi 97,2% pada post-test. Selain itu, keterampilan peserta dalam mengolah bawang dayak menjadi teh celup higienis juga semakin baik, sehingga mereka mampu menerapkan teknik pengolahan dengan benar. Dampak program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan tanaman obat lokal, tetapi juga membuka peluang usaha mikro berbasis herbal yang bernilai ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini dapat dijadikan contoh model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, yang mendukung ketahanan kesehatan sekaligus perekonomian rumah tangga berbasis kearifan lokal.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Ahmad Irawan, Zimon Pereiz, Hendrik Segah, Chuchita, Efriyana Oksal, Aji Pamungkashttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2960Pembuatan Sediaan Herbal Serbuk Gel Peel Off Ampas Teh Hijau dan Kulit Buah Naga Kepada Siswa 2025-03-09T02:15:39+08:00Riskiantorriskianto@gmail.comJessica NoviaJessicaNovia2@gmail.comKarnelasatriKarnelasatri3@gmail.comSri Wahyu Ningsih MuntheSriWahyuNingsih@gmail.comMelisa SaragihMelisaSaragih5@gmail.comSiwardin HarefaSiwardinHarefa6@gmail.com<p>Optimalisasi pemanfaatan limbah organik masih menjadi tantangan yang signifikan, meskipun limbah ampas teh hijau dan kulit buah naga memiliki potensi sebagai bahan baku bernilai untuk produk kesehatan. Solusi dalam mengatasi permasalahan pengelolaan limbah sekaligus meningkatkan kompetensi dalam pembuatan obat tradisional, program pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan pendekatan inovatif dengan pemanfaatan limbah menjadi sediaan gel <em>peel off</em> herbal berbentuk serbuk. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa SMK Farmasi di Kabupaten Tangerang, Banten, dalam mengolah limbah menjadi produk herbal berkualitas tinggi, berkhasiat, dan bernilai jual secara komersial. Metode kegiatan meliputi pemberian materi melalui sosialisasi, pelatihan pembuatan produk herbal, serta evaluasi melalui pretest dan posttest, ditambah survei kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pemanfaatan limbah menjadi produk herbal yang bernilai, serta antusiasme peserta yang tinggi terhadap program ini. Program ini memberikan kontribusi baru dalam mengedukasi dan memotivasi masyarakat pelajar untuk mengelola limbah secara produktif sehingga membuka peluang wirausaha di bidang obat tradisional berbasis sumber daya lokal. meningkatkan pemahaman peserta tentang pemanfaatan limbah untuk produk herbal berkualitas dan memperoleh respons yang sangat positif.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Riskianto, Jessica Novia, Karnelasatri, Sri Wahyu Ningsih Munthe, Melisa Saragih, Siwardin Harefahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3163Pengembangan Edukasi Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Siam Sebagai Lulur Tradisional 2025-09-17T13:29:17+08:00Evelin Agusti Tjasmanaevelintjasmana86@gmail.comKiki KrisitiandiKikiKrisitiandi2@gmail.comSangkalaSangkala3@gmail.comSri MulyatiSriMulyati4@gmail.comIndria MahgfirahIndriaMahgfirah5@gmail.comAngga TritisariAnggaTritisari6@gmail.com<p>Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi terkait manfaat dalam kulit jeruk yang berkhasiat untuk kesehatan dan perawatan kulit serta pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai bahan lulur tradisional. Metode yang digunakan adalah <em>Participatory Rural Appraisal</em> (PRA) dengan tahapan meliputi <em>pre-test</em>, sosialisasi, penyampaian materi, evaluasi dengan <em>post-test</em>, dan analisis hasil. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa peserta antusias dan memahami manfaat limbah kulit jeruk sebagai bahan lulur tradisional. Dengan demikian, sosialisasi yang dilakukan efektif meningkatkan pengetahuan peserta terkait pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai lulur tradisional.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Evelin Agusti Tjasmana, Kiki Krisitiandi, Sangkala, Sri Mulyati, Indria Mahgfirah, Angga Tritisarihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3143Pemberdayaan UMKM Desa Tambakan melalui Olahan Nugget Udang Keju dan Pemasaran Digital2025-08-25T18:33:13+08:00Nikmatul Izahnikmatul.izzah@yudharta.ac.idIlliayatus SolihahIlliayatusSolihah2@gmail.comAuliyah Lailil UbaidAuliyahLaililUbaid3@gmail.comLusie AngeliaLusieAngelia4@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan literasi digital ibu-ibu PKK Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, melalui pelatihan pengolahan nugget udang keju dan sosialisasi pemasaran digital. Program dilaksanakan pada 18 Juli 2025 dengan melibatkan 38 peserta menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas. Pelatihan meliputi pembersihan udang, pencampuran bahan, pembentukan adonan, hingga penggorengan, sedangkan sosialisasi pemasaran mencakup penggunaan Instagram, Shopee, dan Canva. Hasil kegiatan menunjukkan 89,5% peserta memahami proses produksi, 81,6% berminat memulai usaha rumahan, dan 76,3% tertarik memasarkan produk secara daring. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan produksi dan pemasaran sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi maritim berbasis potensi lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi pelatihan olahan hasil tambak dan literasi digital dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan UMKM desa secara berkelanjutan.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Nikmatul Izah, Illiayatus Solihah, Auliyah Lailil Ubaid, Lusie Angeliahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3218Peningkatan Kapasitas Peternak Itik melalui Pelatihan Fermentasi Azolla dan Ampas Sagu untuk Inovasi Pakan Ramah Lingkungan2025-11-08T18:44:58+08:00Andi Tenri Bau Astuti MahmudAndiTenri@gmail.comSanti Santisantipeternakan@gmail.comAgustinaAgustina3@gmail.comMuhammad Arman Yamin PagalaMuhammadArman@gmail.comSri NengsihSriNengsih@gmail.com<p>This community engagement program aimed to enhance the knowledge and technical skills of duck farmers in utilizing locally available resources such as Azolla pinnata and sago pulp as alternative fermented feed ingredients in Bakka-Bakka Village, Wonomulyo District, Polewali Mandar Regency. The activity was implemented using a participatory action research approach through four stages: socialization, theoretical and practical training on fermented feed production, field mentoring, and evaluation. The evaluation employed a pre-test and post-test design involving 25 duck farmers to assess their improvement in knowledge and practical skills related to local feed fermentation technology. The results indicated a significant increase in farmers’ knowledge, from 78% before the training to 96% after the training, categorized as very good. The fermented feed produced contained 15–18% crude protein and demonstrated improved biological relevance by enhancing feed efficiency and duck growth while reducing production costs compared to commercial feed. The program not only strengthened farmers’ technical competence but also fostered the establishment of independent farmer groups committed to implementing environmentally friendly feed innovations. Overall, this activity effectively supported the development of sustainable duck farming systems based on local resources and contributed to achieving food self-sufficiency and a circular rural economy.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Andi Tenri Bau Astuti Mahmud, Santi Santi, Agustina, Muhammad Arman Yamin Pagala, Sri Nengsihhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2878Pemberdayaan dan Peningkatan Keterampilan bagi Orang Tua dan Elemen Sekolah Berbasis Video dalam Pencegahan Bullying dan Tantrum pada Anak Berkebutuhan Khusus 2024-12-27T21:43:28+08:00Rizky Pratiwikikipratiwirizky@gmail.comKens NapolionKensNapolion@gmail.comMikawatiMikawati3@gmail.comNur HikmaNurHikma4@gmail.comNur FadilahNurFadilah@gmail.com<p>Children with special needs are very vulnerable to becoming victims of bullying. Bullying is a form of child or adolescent violence that is now increasingly common. This activity aims to empower parents and school elements and improve skills (teachers and education staff) in handling and preventing bullying and temper tantrums in children with special needs so as to create a conducive and controlled atmosphere for learning activities and help children with special needs achieve a good level of health. optimal. The activity was carried out at the Partner SLB-C YPPLB Makassar location using the method of providing video-based health education about preventing bullying in children with special needs and short training in handling tantrums in autistic children. The number of participants was 30 people. It was carried out using the method of providing video-based health education about preventing bullying in children with special needs and short training in handling tantrums in autistic children. The results of the activities after the activities were carried out, in the school element, both teachers and parents of students experienced increased knowledge regarding bullying and tantrums and were able to handle children with special needs who experienced tantrums better. In addition, a task force unit was formed to deal with bullying in target schools as partner of the public service.</p>2026-01-06T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Rizky Pratiwi, Kens Napolion, Mikawati, Nur Hikma, Nur Fadilahhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3247Pendekatan Deep Learning dalam Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Bagi PC ABKIN Kabupaten Takalar2025-11-27T22:14:43+08:00Abdul Samanabdulsaman@unm.ac.idMuhammad Ilham Bakhtiarilhambakhtiar@unm.ac.idMuhammad Amirmamir@unm.ac.id<p>Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menerapkan pendekatan Deep Learning melalui layanan konseling di sekolah, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian belajar siswa pada Guru- BK yang tergabung PC ABKIN Kab Takalar. Metode Kegiatan dilaksanakan menggunakan desain Participatory Action Research (PAR) yang bersifat kolaboratif dan berfokus pada partisipasi aktif mitra, dengan tahapan dimulai dari tahap koordinasi dan sosialisasi, tahap pelatihan melalui ceramah, diskusi, dan simulasi, Tahap penerapan teknik Deep Learning dalam praktik konseling, Tahap pendampingan serta evaluasi serta tahap perencanaan keberlanjutan program, Data dikumpulkan melalui angket dan analisis persentase. Hasil program menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh mitra, tercermin dari tingginya kebutuhan peserta terhadap materi Deep Learning (73,5%) serta peningkatan pemahaman yang signifikan (61,8% kategori tinggi). Selain itu, 64,7% peserta menilai bahwa materi pelatihan memiliki relevansi sangat tinggi dengan permasalahan nyata di sekolah, sehingga pendekatan ini dapat menjadi inovasi efektif untuk menghadapi kompleksitas permasalahan siswa. Penerapan teknik Meaningful, Mindful, dan Joyful Learning juga terbukti meningkatkan kemampuan peserta dalam merancang layanan BK yang lebih kreatif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan kemandirian belajar. Secara keseluruhan, PKM ini menyimpulkan bahwa pelatihan Deep Learning dalam konseling mampu memperkuat kompetensi profesional guru BK dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan BK di sekolah.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Abdul Saman, Muhammad Ilham Bakhtiar, Muhammad Amirhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3133Peningkatan Nilai Tambah Jeruk Siam Pasca Panen Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Pada Kelompok Tani Buluh Serumpun 2025-08-15T10:09:58+08:00Kiki Kristiandikikikristiandi@gmail.comSri MulyatiSriMulyati3@gmail.comSangkalaSangkala3@gmail.comDea AprianiDeaApriani@gmail.comNovitaNovita5@gmail.comHeri BudiantoHeriBudianto6@gmail.com<p>Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membantu Kelompok Tani Buluh Serumpun sebagai mitra untuk mengurangi limbah jeruk siam pascapanen dengan mengembangkan produk turunan yang tidak terserap oleh pasar. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan PKM ini yaitu dengan <em>participatory a</em><em>pproach. </em>Metode ini menekankan bahwa mitra terlibat aktif dari tahapan perencanaan hingga evaluasi. Uraian dalam tahapan PKM yang dilakukan mencakup identifikasi masalah dan kebutuhan mitra, sosialisasi program, pelatihan dan peningkatan kapasitas, penerapan teknologi tepat guna, uji coba produksi, pendampingan produksi dan pengembangan pasar dan evaluasi dan keberlanjutan program. Jumlah peserta yang terlibat adalah 25 orang (7 orang laki-laki dan 18 perempuan), Sedangkan untuk mengukur tingkat pengetahuan mitra yaitu dengan melakukan <em>pre-post test</em>. Hasil dari kegiatan PKM ini adanya peningkatan pengetahuan <em>pre test</em> dengan rata-rata nilai 54,08 dan <em>post test</em> sebesar 74,78. Hal ini menunjukan adanya daya terima positif dari masyarakat selaku mitra terhadap pelatihan yang diberikan dengan peningkatan nilai yang didapat sebesar 38,27%. Dan secara wawancara langsung bahwa kegiatan ini membantu masyarakat dalam mengolah jeruk siam yang tidak diterima oleh pasar dan mitra mendapatkan pengalaman baru dalam pengolahan jeruk siam dari pelatihan yang telah dilakukan</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Kiki Kristiandi, Sri Mulyati, Sangkala, Dea Apriani, Novita, Heri Budiantohttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3209Psychoeducation Self-Awareness melalui Aplikasi Digital Reconnect Untuk Mendukung Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat 2025-10-26T21:52:53+08:00Ainurizan Ridho Rahmatullahainurizan.ridho@mercubuana-yogya.ac.idLuky Kurniawanijagc@mercubuana-yogya.ac.idNatri Sutantinatrisutanti@uny.ac.idNur Sholehah Dian Saputrinur.sholehah@mercubuana-yogya.ac.idCindy Okta Melindacindyokta301002@gmail.comAnggie Kurniawatianggiekurniawati04@gmail.com<p>Banyak siswa belum memiliki kesadaran diri dalam menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, padahal hal ini penting bagi mereka. Sekolah lebih menekankan pencapaian akademik dibandingkan penguatan karakter. Kurangnya keterlibatan keluarga dalam pembentukan karakter, akibat kesibukan orang tua bekerja, turut memperlemah proses ini. Lingkungan dan teknologi dapat memberikan pengaruh negatif sekaligus positif terhadap siswa. Oleh karena itu pengabdian ini bertujuan untuk menggunakan aplikasi r<em>econnect</em> dalam bentuk <em>psychoeducation</em><em> self-awareness</em> untuk pengembangan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari 5 tahapan yakni tahap koordinasi dan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Mitra dalam pengabdian ini adalah salah satu SMP di Kabupaten Sleman dengan jumlah peserta 54 orang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan telah memenuhi target yakni lebih dari 80% siswa memiliki skor <em>post-test</em> lebih dari 70. Bahkan rata-rata nilai dari 54 siswa yang mengikuti kegiatan juga termasuk sangat baik yakni 8,78 dan diharapkan pengabdian ini dapat dikembangkan pada topik yang sama atau yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa psikoeducation self-awaress melalui aplikasi Reconnect dapat mendukung program tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Ainurizan Ridho Rahmatullah, Luky Kurniawan, Natri Sutanti, Nur Sholehah Dian Saputri, Cindy Okta Melinda, Anggie Kurniawatihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2618Pelatihan Kewirausahaan Kuliner bagi Guru Bimbingan Konseling SMA: Mengolah Zuppa Soup sebagai Peluang Usaha Pensiun2024-10-01T17:37:54+08:00Daniel Pandu Maudaniel.pm@sages.ac.idIvy Dian Puspitasari Prabowoivy.prabowo@sages.ac.idMahmudimahmudi@sages.ac.idTitin Lestariningsihtitinlestari@sages.ac.idDaniel Ch. Tarigandaniel.tarigan@pmbs.ac.idAndreas Aditama Dachidaniel.pm@sages.ac.id<p>Pelatihan kewirausahaan kuliner bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di Kabupaten Sidoarjo bertujuan untuk mempersiapkan peserta menghadapi masa pensiun melalui pengembangan keterampilan berwirausaha, khususnya dalam pembuatan Zuppa Soup. Pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta dari MGBK SMA Kabupaten Sidoarjo dan dilaksanakan melalui analisis kebutuhan, pembekalan teori terkait bisnis makanan dan minuman (F&B), pelatihan praktis pembuatan Zuppa Soup, serta evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan peserta. Sebanyak 86,7% peserta puas atau sangat puas dengan materi yang disampaikan, khususnya dalam aspek manajemen usaha, pengembangan produk, dan operasional dapur. Namun, beberapa peserta menginginkan pendalaman lebih lanjut pada materi pemasaran digital dan manajemen keuangan. Evaluasi juga menunjukkan bahwa tantangan utama peserta adalah dalam penerapan strategi digital dan pengelolaan <em>cash flow</em>. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan kewirausahaan peserta, namun perlu perbaikan pada materi pemasaran digital dan manajemen keuangan untuk mendukung keberlanjutan bisnis kuliner mereka. Rekomendasi untuk pelatihan berikutnya meliputi peningkatan materi pemasaran digital, pendalaman manajemen keuangan, dan dukungan mentoring pasca pelatihan.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Daniel Pandu Mau, Ivy Dian Puspitasari Prabowo, Mahmudi, Titin Lestariningsih, Daniel Ch. Tarigan, Andreas Aditama Dachihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3159Penerapan Teknologi Biosaka-Plus dan Pengembangan Produk Olahan Bawang Merah untuk Penguatan Kapasitas Kelompok Tani 2025-09-14T18:36:36+08:00Andi Muhibuddinmuhibuddin@universitasbosowa.ac.idZulkifli Maulanazulkifli.mаulana@universitаsbosowa.ac.idFatmawatifatmawati@universitasbosowa.ac.idAndi Gunawan Ratu Chaktiandigunawan@itbmpolman.ac.idHaris Mahmudharis.mahmud@unkhair.ac.idM. Irham Ilyasmirhamilyas@unhas.ac.id<p>Program Pemberdayaan Desa Binaan ini bertujuan mengembangkan sentra bawang merah berbasis pertanian ramah lingkungan melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan keberlanjutan. Sosialisasi berjalan efektif dengan partisipasi tinggi, membangun pemahaman dan rasa memiliki mitra. Pelatihan menghasilkan keterampilan praktis dalam penerapan Biosaka-Plus, pembuatan bawang goreng renyah, dan pasta bawang merah dengan produksi awal 30liter Biosaka-Plus, 50 kemasan bawang goreng, dan 30 botol pasta. Penerapan teknologi melalui Demonstration Plot meningkatkan produktivitas bawang merah menjadi ±14,5 ton/ha dari 6,5 ton/ha, sekaligus mengurangi ketergantungan pada input kimia. Evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas mitra sebesar 50%–80%. Program ini juga memberi rekognisi akademik 8 SKS bagi mahasiswa MBKM yang terlibat. Dengan demikian, program terbukti meningkatkan kapasitas petani, produktivitas, dan diversifikasi produk bawang merah secara berkelanjutan.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Andi Muhibuddin, Zulkifli Maulana, Fatmawati, Andi Gunawan Ratu Chakti, Haris Mahmud, M. Irham Ilyashttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3079Peningkatan Keterampilan Kepemimpinan dan Manajemen Anggota DWP melalui Pelatihan Capacity Building2025-07-22T19:08:41+08:00Shinta setiashinta.setia@perbanas.ac.idAnggraeni Anggraenianggi@perbanas.ac.idYudi Sutarsoyudi@perbanas.ac.idBasuki Rachmatbasuki@perbanas.ac.idLinda Purnamasaridiyah@perbanas.ac.id<p>Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen organisasi bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya melalui pelatihan peningkatan kapasitas. Pelatihan ini dirancang untuk membekali anggota DWP dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam merumuskan visi dan misi, berkomunikasi secara efektif, memotivasi anggota, mengambil keputusan, mengelola konflik, merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan, mengelola keuangan organisasi, dan memanfaatkan teknologi dalam administrasi. Metode kegiatan yang meliputi 1) sesi interaktif, 2) diskusi kelompok, dan 3) pemberian tugas kelompok. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari 1) analisis kebutuhan, 2) penyusunan kurikulum, 4) pelaksanaan pelatihan, hingga 5) evaluasi. Dengan peserta sebanyak 47 orang dari para ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Kota Surabaya. Hasil dari kegiatan ini dapat disumpulkan bahwa program pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi ini telah terbukti efektif sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas individual anggota DWP Kota Surabaya. Peningkatan kompetensi ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga termanifestasi secara praktis dalam perbaikan proses perencanaan dan kualitas program kerja, yang secara langsung berkontribusi pada pencapaian visi dan misi organisasi.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Shinta setia, Anggraeni Anggraeni, Yudi Sutarso, Basuki Rachmat, Linda Purnamasarihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3172Implementasi Teknologi Hidroponik dan IoT untuk Pengembangan Agroeduwisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat2025-09-23T19:02:21+08:00Muhammad Rizaldi Trias Jaya Putra Nurdinrizalditrias@unsulbar.ac.idAriandiariandi@unsulbar.ac.idRuth Dameria Halohoruthdameria.haloho@unsulbar.ac.idAndi Masniawatiamasniawati40@gmail.comNurmuliayanti Muisnmuliayantimuis@unsulbar.ac.idBaso Manguntungimanguntungibaso@unsulbar.ac.id<div><span class="ShortAbstract"><span lang="EN-US">Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Batulaya dengan tujuan memberdayakan masyarakat melalui pengembangan agroeduwisata berbasis pertanian modern dan teknologi inovatif. Permasalahan utama dihadapi mitra adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya hidroponik, manajemen green house, strategi pemasaran hasil pertanian, serta minimnya infrastruktur pendukung agroeduwisata. Metode pelaksanaan mengintegrasikan sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, pembangunan fasilitas, hingga evaluasi partisipatif. Inovasi yang diterapkan meliputi penggunaan sistem hidroponik sayuran dan melon, penerapan Internet of Things (IoT) untuk monitoring nutrisi tanaman, pembangunan website desa untuk promosi digital, serta pengembangan eduwisata berbasis kunjungan masyarakat dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan, dan manajemen masyarakat desa, diikuti dengan peningkatan kualitas dan kapasitas produksi pertanian hidroponik. Selain itu, diversifikasi produk dan optimalisasi pemasaran digital memperluas jangkauan promosi dan mendukung Desa Batulaya sebagai destinasi agroeduwisata. Keberhasilan program juga tercermin dari partisipasi aktif masyarakat, munculnya model ekonomi baru berbasis integrasi pertanian dan pariwisata, serta peningkatan aset desa. Program ini berhasil menciptakan model pemberdayaan desa yang berkelanjutan melalui sinergi antara teknologi, inovasi, dan partisipasi masyarakat. Rekomendasi tindak lanjut mencakup perluasan area hidroponik, penguatan kelembagaan formal melalui koperasi atau BUMDes, serta pengembangan branding digital secara konsisten agar Desa Batulaya dapat menjadi pusat pembelajaran dan inspirasi agroeduwisata bagi desa lain.</span></span></div>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Muhammad Rizaldi Trias Jaya Putra Nurdin, Ariandi, Ruth Dameria Haloho, Andi Masniawati, Nurmuliayanti Muis, Baso Manguntungihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3150Inovasi Smart Banana Flour Tech dan Strategi Pemasaran Digital untuk Pemberdayaan UMKM Wardah Maharani2025-09-08T11:16:58+08:00Nunung Nurjanahnunung.nurjanah.ft@um.ac.idWaras Kamdiwaras.ft@um.ac.idThomas Susecothomas.soseco.fe@um.ac.idMuhammad Idris Effendimuhammad.idris.2305518@students.um.ac.idSiti Mutmainnahsiti.mutmainnah.2305436@students.um.ac.idVenny Anggraenivenny.anggraeni.2205436@students.um.ac.id<p>Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM Wardah Maharani di Desa Sumberejo, Kabupaten Malang melalui penerapan inovasi teknologi pengolahan limbah pisang dan strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pelatihan penggunaan Teknologi <em>Smart Banana Flour Tech</em> untuk mengolah limbah potongan pisang menjadi tepung serta pelatihan strategi pemasaran digital melalui pemanfaatan platform daring. Peserta kegiatan berjumlah lima belas karyawan UMKM yang mengikuti seluruh tahapan pelatihan secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin pengering otomatis mampu mengurangi waktu pengeringan dari dua hingga tiga hari dengan penjemuran matahari menjadi hanya empat jam dengan kualitas tepung lebih higienis. Tepung yang dihasilkan dimanfaatkan untuk diversifikasi produk berupa cookies, brownies, dan bolu kukus yang memperoleh tingkat penerimaan konsumen di atas delapan puluh persen. Selain itu, pelatihan pemasaran digital meningkatkan pemahaman peserta dalam mengelola akun bisnis, membuat konten promosi, dan memperluas jaringan distribusi produk yang terbukti mampu meningkatkan omzet penjualan. Simpulan dari kegiatan ini adalah integrasi teknologi pengolahan limbah dengan strategi pemasaran digital efektif meningkatkan keterampilan, produk, dan daya saing UMKM berbasis potensi lokal.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Nunung Nurjanah, Waras Kamdi, Thomas Suseco, Muhammad Idris Effendi, Siti Mutmainnah, Venny Anggraenihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3200Efektivitas Pelatihan Simulasi Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Dasar Siswa SMA di Daerah 3T2025-10-15T21:59:03+08:00Risky Richlos Sarapungriskyrichlossarapung@gmail.comAkmal Hi Dahlandahlanakmal88@gmail.comAnuwar Kadir Abdul Gafuranuwarkadir657@gmail.comAriestha Widyastuty Bustanariesthawidyastutybustan@gmail.comDyah Safitri Qammariyah Khariedyahkharie6@gmail.comAlmukmin Umarallmukminumar15@gmail.com<p>Kemampuan berhitung dasar merupakan fondasi penting dalam pembelajaran matematika, namun di wilayah 3T seperti Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, kompetensi numerasi siswa masih tergolong rendah. Permasalahan mitra yang teridentifikasi meliputi kesulitan siswa dalam melakukan operasi hitung dasar secara cepat dan tepat, rendahnya motivasi belajar matematika, serta keterbatasan sarana dan strategi pembelajaran yang menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung dasar siswa melalui pelatihan simulasi interaktif yang dirancang berbasis pendekatan kontekstual dan partisipatif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu koordinasi dengan sekolah mitra, pelaksanaan pretest untuk mengetahui kemampuan awal, pelatihan simulasi berhitung dasar dengan bimbingan dosen dan mahasiswa, serta evaluasi melalui posttest dan observasi aktivitas belajar. Media yang digunakan berupa perangkat simulasi digital dan lembar kerja berbasis permainan numerik untuk memperkuat keterampilan berhitung dan ketelitian siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan berhitung dasar siswa dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 64,4% dari hasil pretest ke posttest. Aspek operasi campuran, kecepatan, dan ketelitian mengalami peningkatan paling tinggi. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap sikap dan motivasi belajar siswa, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, guru, dan sekolah dalam mendukung penguatan literasi numerasi di daerah 3T. Dengan demikian, pelatihan simulasi berhitung dasar ini terbukti efektif sebagai model pengembangan pembelajaran matematika kontekstual yang dapat direplikasi di wilayah dengan karakteristik serupa.</p>2026-01-06T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Risky Richlos Sarapung, Akmal Hi Dahlan, Anuwar Kadir Abdul Gafur, Ariestha Widyastuty Bustan, Dyah Safitri Qammariyah Kharie, Almukmin Umarhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2995Edukasi Mengenai Budidaya Cabai Kepada Generasi Alpha2025-05-05T23:05:07+08:00Shofia Nur Awamishofifaperta@unwahas.ac.idHendri Wibowowibowohendri9@unwahas.ac.idIstanto Istantoistanto@unwahas.ac.idRossi Praboworossiprabowo@unwahas.ac.idDewi Hastutidewihastuti@unwahas.ac.idEndah Subektibekti72@unwahas.ac.id<p>Pengenalan sektor pertanian kepada generasi alpha sangat diperlukan agar tidak terjadi kesenjangan regenerasi. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pengenalan dan pengetahuan mengenai tanaman cabai meliputi jenis dan macam cabai, cara berbudidaya, pengendalian hama penyakit tanaman cabai, pemberian pupuk. Metode pelaksanaan pengabdian yakni berupa kegiatan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi, transfer pengetahuan teoritis pengolahan lahan, transfer pengetahuan tanaman cabai beserta teknik budidaya dan praktikum budidaya tanaman cabai. Hasil kegiatan mendapat respon positif dan baik dari peserta kegiatan. Tumbuhnya minat peserta untuk mengenal sektor pertanian. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi kegiatan. Kedepannya perlu adanya keterlibatan, peran dan dukungan dari berbagai pihak yang berkaitan, seperti sekolah, dinas/instansi, dan keluarga agar generasi alpha lebih mengenal dan berminat pada sektor pertanian.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Shofia Nur Awami, Hendri Wibowo, Istanto Istanto, Rossi Prabowo, Dewi Hastuti, Endah Subektihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3164Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Sanitasi Pengolahan Makanan sebagai Upaya Pencegahan Stunting2025-09-17T23:09:31+08:00Nurpatwa Wilda Ningsi wildanurpatwawildaningsi@unsulbar.ac.idRiska MayangsariRiskaMayangsari2@gmail.comMuh.Rafly Ar-RasyidMuh.RaflyAr-Rasyid3@gmail.comNur AlisahNurAlisah4@gmail.comIrfanIrfan5@gmail.com<p style="font-weight: 400;"><strong>Abstrak</strong>. Pengetahuan gizi dan keterampilan seorang ibu dalam memilih bahan pangan yang sesuai dan memiliki gizi seimbang diharapkan dapat menjadikan anak balitanya memiliki gizi yang optimal. Sikap dan perilaku ibu dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi oleh balita dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah tingkat pengetahuan gizi sehingga dapat memengaruhi status gizi balita. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini bertujuan Memberdayakan kelompok Ibu rumah tangga dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait pencegahan dan penanganan <em>stunting</em>. Metode yang dilakukan sosialisasi, edukasi dan pendampingan dalam bentuk demo masak. Pelatihan diikuti 15 peserta Dari hasil evaluasi yang dilakukan dengan <em>pre</em> dan <em>post</em> kuesioner sehingga dapat dilihat terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap materi edukasi dan keterampilan peserta dalam pengolahan makanan berbasis hasil laut. Kegiatan ini dapat membantu pemberdayaan kelompok Ibu Rumah Tangga dalam upaya pencegahan <em>stunting.</em></p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Nurpatwa Wilda Ningsi wilda, Riska Mayangsari, Muh.Rafly Ar-Rasyid, Nur Alisah, Irfanhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/350-364Meningkatkan Daya Saing Kopi Lokal Desa Cikedung Melalui Manajemen Berkelanjutan Dan Ekonomi Kreatif2025-08-26T22:14:36+08:00Hesti Widiantihesti28widianti@gmail.comAmin Nur AkhmadiAminNurAkhmadi@gmail.comMiftakhul HudaMiftakhulHuda@gmail.com<p>Program PKM ini bertujuan untuk memberdayakan petani kopi di desa Cikedung dengan meningkatkan daya saing kopi lokal melalui pengembangan keterampilan manajemen, keuangan, peningkatan fasilitas pengolahan kopi dan pemasaran digital guna memperluas peluang usaha. Program ini menggunakan <em>Problem Solving Approach</em> (PSA) dan dievaluasi melalui <em>Participatory Rural Appraisal</em> (PRA) menggunakan <em>survei quick co</em>unt dan diskusi kelompok. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan komprehensif, penerapan teknologi tepat guna berupa mesin penglupas kopi, mesin roasting, grinder, pendampingan berkelanjutan, serta pembentukan infrastruktur pemasaran digital. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan nilai jual dari biji kopi mentah menjadi kopi bubuk premium. Program ini juga melibatkan kolaborasi <em>pentahelix</em> yang mencakup akademisi, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, dan media massa untuk memperkuat pemasaran berbasis komunitas. Simpulan menunjukkan bahwa keberlanjutan program bergantung pada pendampingan berkelanjutan pasca-pelatihan dan pembentukan Kelompok Usaha Bersama yang mengelola operasional mandiri guna memperkuat usaha komunitas secara berkelanjutan</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Hesti Widianti, Amin Nur Akhmadi, Miftakhul Hudahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3178Efektivitas Edukasi Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Penggunaan Antibiotik yang Tepat pada Siswa SMA 2025-09-26T22:40:14+08:00Sanjayadisanjayadi@atmajaya.ac.idErlia Anggrainy Sianiparerlia.anggarainy@atmajaya.ac.idJulie IndahJULIE.202206020017@STUDENT.ATMAJAYA.AC.IDJocelyn Viony LeeJOCELYN.202206020001@STUDENT.ATMAJAYA.AC.IDMaria Aurelia LarasatiMARIA.202206020005@STUDENT.ATMAJAYA.AC.IDUntung Gunawanuntung.gunawan@atmajaya.ac.id<p>Penyalahgunaan antibiotik di kalangan generasi muda menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, yang dapat berujung pada resistensi antibiotik. Pengetahuan yang tepat mengenai penggunaan antibiotik yang bijak sangat penting untuk mencegah fenomena ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA Pelita 2 Jakarta mengenai penggunaan antibiotik yang tepat dan bahaya resistensi antibiotik. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan edukatif yang meliputi penyampaian materi interaktif, demonstrasi laboratorium, dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan <em>post-test</em>, serta formulir evaluasi berbasis skala Likert. Hasil pre-test dan <em>post-test</em> menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan persentase siswa yang memiliki pengetahuan tinggi meningkat dari 69,77% menjadi 93,00%. Evaluasi berbasis skala Likert menunjukkan skor tinggi pada kategori kejelasan materi, relevansi topik, dan penguasaan materi oleh pemateri, dengan skor rata-rata lebih dari 4 dari 5. Uji statistik non-parametrik menunjukkan perbedaan skor yang signifikan antara pre-test dan <em>post-test</em>. Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan edukasi dapat dikatakan berhasil dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai penggunaan antibiotik yang tepat serta resistensinya, serta meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya penggunaan antibiotik yang bijak</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Sanjayadi, Erlia Anggrainy Sianipar, Julie Indah, Jocelyn Viony Lee, Maria Aurelia Larasati, Untung Gunawanhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2926Peningkatan Keterampilan dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal Pada Ibu Balita2025-02-02T16:58:45+08:00Puji Lestarip.lestari@walisongo.ac.idFatimah Azzahra MutmainahFatimahAzzahraMutmainah@gmail.comNur Kiki PatmawatiNurKikiPatmawati@gmail.comAli ImronAliImron@gmail.com<p>Pemberian makanan yang bervariasi dan jumlah asupan kalori yang sesuai akan menghasilkan status gizi baik pada balita. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu balita dalam memanfaatkan pangan lokal menjadi berbagai menu PMT untuk menangani masalah gizi di Desa Gondang. Metode yang digunakan yaitu metode <em>Community Based Research</em> (CBR) dengan melibatkan 50 peserta ibu balita yang dipilih secara random sampling dari setiap posyandu di dusun Desa Gondang. Data diperoleh melalui observasi langsung saat kegiatan pengabdian yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50 ibu mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan. Menu PMT brownis alpukat, pudding alpukat dan bakpia kukus alpukat hingga menu dimsum lele dan nugget lele merupakan menu kreatif ibu balita Desa Gondang pada pelaksanaan demo masak dan gebyar kreasi yang mudah diimplementasikan. Pengembangan pengetahuan dan keterampilan melalui penyuluhan PMT, demo masak dan gebyar kreasi dapat meningkatkan keterampilan ibu balita dalam membuat menu PMT berbahan dasar pangan lokal Desa Gondang.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Puji Lestari, Fatimah Azzahra Mutmainah, Nur Kiki Patmawati, Ali Imronhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3161Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Interaktif melalui Pemanfaatan Nearpod: Sebuah Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat2025-09-16T13:19:16+08:00Rispah Purbarispahpurba.rp@gmail.comAlim MutaqinMutaqin@gmail.comTiffany Shahnaz Ruslishahnaztiffany@yahoo.comDaud KaigereKaigere@gmail.comFirda WatiFirdaWati5@gmail.comSara CesiliaSaraCesilia@gmail.com<div><span class="ShortAbstract"><span lang="EN-US">This community engagement program aimed to improve teachers competence in designing and implementing interactive digital learning through the use of Nearpod, while also providing basic knowledge for the surrounding community on managing small businesses with digital approaches. The implementation method was carried out in several stages, including needs analysis, training sessions, development of interactive modules, classroom implementation, and reflective evaluation. The results revealed a significant improvement in teachers knowledge and skills, as indicated by the increase in pre-test and post-test scores and the successful creation of five interactive learning modules that were directly applied in classrooms. Students demonstrated greater enthusiasm and participation during the learning process, while the community gained useful insights to support their economic activities. The conclusion drawn from this program is that the use of Neaarpod can effectively enhance the quality of learning, foster students motivation, and strengthen teachers roles as creative facilitators in the classroom, while also contributing </span></span></div> <div><span class="ShortAbstract"><span lang="EN-US">positively to the surrounding community.</span></span></div>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Rispah Purba, Alim Mutaqin, Tiffany Shahnaz Rusli, Daud Kaigere, Firda Wati, Sara Cesiliahttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3142Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP) Melalui Edukasi Partisipatif pada Produk Sirup Jeruk Siam2025-08-24T15:08:24+08:00Indria Mahgfirahindriamaghfirah@gamil.comKiki KristiandiKikiKristiandi2@gmail.comSri MulyatiSriMulyati3@gmail.comSangkalaSangkala4@gmail.comEvelin AgustiEvelinAgusti5@gmail.comBeryaldi AgamBeryaldiAgam6@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjadi sebuah sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai Bahan Tambahan Pangan (BTP) melalui pendekatan edukasi partisipatif pada pembuatan produk sirup jeruk siam. Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan komponen penting dalam proses pengolahan pangan yang berfungsi memperbaiki mutu, cita rasa dan daya simpan produk. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum memahami jenis, fungsi serta batas aman penggunaannya sehingga menjadi permasalahan yang serius. Metode yang diguankan pada pengabdian masyarakat ini ialah <em>Participatory Rural Appraisal</em> (PRA) dengan beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap perizinan, tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dan tahap evaluasi dengan memberikan <em>post test</em> setelah melaksanakan kegiatan. Penyajian dari pengabdian ini meliputi kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif untuk mendeskripsikan kegiatan, sedangkan kuantitatif menjelaskan secara numerik. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah terjadi peningkatan signifikan pada nilai pre test dan post test, yaitu dengan nilai masing-masing 71,82% dan 91,36%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa dari kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak peningkatan pengetahuan terkait Bahan Tambahan Pangan (BTP) setelah dilakukan sosialisasi.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Indria Mahgfirah, Kiki Kristiandi, Sri Mulyati, Sangkala, Evelin Agusti, Beryaldi Agamhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3212Pemanfaatan Limbah Kulit Durian sebagai Sumber Energi Terbarukan melalui Teknologi Inklusif Berbasis Biobriket2025-10-29T12:16:32+08:00Dwi Retna Sulistyawatiretno.seis@unisnu.ac.idGunawan Mohammadgunawan@unisnu.ac.idMuhammad Choiru Zulfazulfa.ti@unisnu.ac.idDesti Setiyowatidesti.8@unisnu.ac.idTiara Turaytiaraturay@unidha.ac.idIhwan Ghazali ihwan@utem.edu.my<p>Kawasan Lenggong Perak sebagai salah satu pusat penghasil durian, namun belum mampu mengatasi permasalahan limbah durian, sehingga diperlukan suatu teknologi atau solusi dalam mengatasinya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini, sepakat untuk mengelola kulit durian, yang merupakan masalah bagi masyarakat menjadi produk baru bermanfaat serta memiliki nilai jual. Adapun metode yang diperkenalkan dan digunakan dalam kegiatan ini yaitu teknologi inklusif yaitu teknologi pengolahan dengan memanfaatkan alat-alat sederhana, effisien dan efektif. Hasil dari kegiatan ini masyarakat dapat menghasilkan Biobriket dari pemanfaatan limbah kulit durian, dimana berdasarkan hasil uji coba dimana 250 gram briket kulit durian mampu mendidihkan 2,5 liter air dalam waktu 30 menit. Berdasarkan hasil riset uji kalor biobriket kulit durian dapat dijelaskan bahwa panas yang dihasilkan cukup untuk menggantikan batu arang yang saat ini tersedia. Dengan hasil tersebut diharapkan masyarakat mampu menciptakan peluang kerja baru memproduksi biobriket sebagai sumber pendapatan tambahan.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Dwi Retna Sulistyawati, Gunawan Mohammad, Muhammad Choiru Zulfa, Desti Setiyowati, Tiara Turay, Ihwan Ghazali https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2625Edukasi Pemanfaatan Eco-enzyme Sebagai Nutrisi Sayur Hidroponik di Kelompok PKK2024-10-14T21:42:08+08:00Ari Istantiari.istanti@poliwangi.ac.idAldy Bahaduri Indralokaaldy.bahaduriindraloka@poliwangi.ac.idSari Wiji Utamisariwijiutami@poliwangi.ac.id<p>Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mitra terkait aplikasi ecoenzim untuk tanaman pertanian yang dibudidayakan secara hidroponik serta cara pengemasan hingga penentuan harga pokok produksi produk. Program pengabdian ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan, praktik, dan evaluasi. Dukungan dari aparat desa setempat serta respon positif dari kelompok PKK membuat berhasilnya kegiatan ini, sehingga menambah pengetahuan dan produktivitas masyarakat. Kelompok PKK telah mampu membudidayakan tanaman sayur hidroponik dengan pupuk cair dari eco-enzyme yang telah diproduksi sebagi sumber nutrisi hidroponik, mengemas produk sayuran yang dihasilkan dan memasarkan secara sederhana, serta menentukan harga pokok produksi sayuran yang diproduksi.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Ari Istanti, Aldy Bahaduri Indraloka, Sari Wiji Utamihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3097Fermentasi Limbah Kotoran Sapi menjadi Pupuk Organik, Solusi Peningkatan Sirkular Ekonomi bagi Peternak Sapi 2025-08-08T15:25:02+08:00Kusmiyati Kusmiyatiresearchudinus@gmail.comSigit MuryantoSigitMuryanto2@gmail.comMahmudMahmud3@gmail.comFarrikh AlzamiFarrikhAlzami4@gmail.comRisky Yuniar RahmadieniRiskyYuniarRahmadieni5@gmail.com<p>Penyalahgunaan antibiotik di kalangan generasi muda menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, yang dapat berujung pada resistensi antibiotik. Pengetahuan yang tepat mengenai penggunaan antibiotik yang bijak sangat penting untuk mencegah fenomena ini. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA Pelita 2 Jakarta mengenai penggunaan antibiotik yang tepat dan bahaya resistensi antibiotik. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi berdurasi 4 jam, melibatkan 45 siswa, melalui penyuluhan edukatif yang mencakup penyampaian materi interaktif, demonstrasi laboratorium, dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>, serta formulir penilaian berbasis skala Likert untuk menilai kualitas pelaksanaan kegiatan. Analisis perubahan skor pengetahuan dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil: Hasil <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan persentase siswa yang memiliki pengetahuan tinggi meningkat dari 69,77% menjadi 93,00%. Penilaian skala Likert juga menunjukkan skor tinggi dengan skor rata-rata lebih dari 4 dari 5 pada kategori kejelasan materi, relevansi topik, dan penguasaan materi oleh pemateri . Uji statistik non-parametrik menunjukkan perbedaan skor yang signifikan antara <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai penggunaan antibiotik yang tepat serta risiko resistensi, sekaligus meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya penggunaan antibiotik yang bijak. Edukasi ini juga berpotensi untuk diadaptasi pada sekolah lain sebagai upaya berkelanjutan dalam pencegahan resistensi antibiotik di tingkat masyarakat</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Kusmiyati Kusmiyati, Sigit Muryanto, Mahmud, Farrikh Alzami, Risky Yuniar Rahmadienihttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3096Pelatihan Content Creator Berbasis Turast Dan Fikih Kebangsaan Bagi Santri Kota Malang Sebagai Upaya Menyemai Nilai-Nilai Moderasi Beragama2025-08-08T10:00:53+08:00Mohamad Anasanas_phil@ub.ac.idDestriana Saraswatisaraswati@ub.ac.idMillatuz Zakiyahmillatuzzakiyah@ub.ac.idPrima Zulvarinaprimazulvarina@ub.ac.idM. Lukman Hakimkelas.lukman@gmail.com<p>Kegiatan pelatihan c<em>ontent creator</em> berbasis <em>turats </em>dan fikih kebangsaan ini bertujuan untuk mendorong hilirisasi pemahaman fikih kebangsaan melalui berbagai media/<em>content</em>, seperti pengelolaan <em>website</em> dan pembuatan komik strip digital, sebagai sarana kampanye perdamaian berbasis keislaman. Semua sepakat bahwa agama merupakan tuntunan hidup yang selayaknya mengajarkan kedamian. Namun, penyebaran nilai tersebut menghadapi tantangan eksternal berupa maraknya konten media sosial bernuansa kebencian terhadap agama, atau bahkan menyebarkan pemahaman agama yang menyimpang. Di sisi lain, tantangan internal berupa kurangnya kontribusi santri dalam dakwah digital juga muncul. Padahal, para santri memiliki kapasitas keilmuan dalam memahami <em>turast</em> dan kitab-kitab keagamaan. Oleh karenanya program ini dilakukan dengan kerja sama antara Tim Doktor Mengabdi dan Lakpesdam PCNU Kota Malang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan kegiatan mulai dari survei, FGD, pelatihan penyusunan narasi, produksi komik, evaluasi, hingga diseminasi. Luaran berupa komik fikih kebangsaan ber-ISBN, publikasi jurnal, artikel media, dan video dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kajian keislaman dapat dikemas secara menarik dan edukatif. Selanjutnya, program ini akan dikembangkan lebih masif agar produk yang dihasilkan menjadi modal atau inspirasi <em>content creator </em>yang lebih luas, sehingga menjadi media dakwah digital berbasis nilai toleransi dan moderasi beragama.</p>2025-12-29T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Mohamad Anas, Destriana Saraswati, Millatuz Zakiyah, Prima Zulvarina, M. Lukman Hakimhttps://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/3199Pendampingan Partisipatif Revitalisasi Rumah Panggung Tahan Bencana Berbasis Arsitektur Lokal untuk Penguatan Komunitas Tangguh2025-10-14T22:46:30+08:00Citra Persadacitrapersada65@gmail.comIka Kustianiika.kustiani@eng.unila.ac.idAyu Komalasari Dewiayukomalasaridewi97@gmail.comSuci Lestarilestarisuci09@gmail.comLielianie Pratiwi Ruslielilieyenny62@gmail.comIsabel Friskillaisabelfriskilla29@gmail.com<p>Hanura merupakan desa yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir akibat curah hujan yang intens, sistem drainase yang kurang memadai, serta tekanan ekologis disekitar permukiman padat. Kerentanan ini diperparah dengan terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi kebencanaan, sumber daya material, dan keterampilan teknis membangun hunian aman. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan perancangan rumah panggung tahan bencana berbasis arsitektur lokal dan prinsip keberlanjutan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif melalui pelatihan teknis, lokakarya desain, diskusi kelompok terarah, dan pembangunan prototipe rumah panggung adaptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai prinsip desain hunian tahan bencana, sekaligus mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi berbasis komunitas. Selain menghasilkan prototipe rumah yang fungsional dan replikatif, program ini juga membentuk embrio komunitas tangguh yang siap menghadapi risiko perubahan iklim. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam mendorong pembangunan permukiman yang aman, sehat, dan berkelanjutan, serta memperkaya wacana arsitektur kontekstual berbasis pemberdayaan masyarakat</p>2026-01-06T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Citra Persada, Ika Kustiani, Ayu Komalasari Dewi, Suci Lestari, Lielianie Pratiwi Ruslie, Isabel Friskilla