Main Article Content

Abstract

Abstrak. Tujuan pkm tentang budaya manonob (gotong royong) adalah karena minimnya penghargaan terhadap budaya manonob yang dapat mempersatukan dan mengikatkan persaudaraan. Kurangnya kerjasama antar semua pihak di bidang pendidikan dalam menanamkan budaya manonob bagi setiap peserta didik. Budaya manonob penting ditanamkan untuk menciptakan hubungan yang harmoni dengan saling mengasihi, menolong dan saling pedili terhadap sesama. Melalui budaya Manonob peserta didik dapat bekerjasama dalam menciptakan hubungan yang baik, harmonis dan sejahtera dilingkungan dimana mereka berada. Metode yang dipakai adalah sosialisasi melalui ceramah, tanya jawab dan tindak lanjut. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagai kearifan lokal, budaya manonob seharusnya diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat lebih khusus dalam dunia pendidikan di Timor Tengah Selatan (TTS). Penerapan budaya manonob sebagai kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dapat menolong peserta didik menumbuhkan karakter yang kristiani dalam menciptakan hubungan yang harmoni, kerukunan, dan saling peduli antar sesama

Keywords

Budaya Manonob, Pendidikan Agama Kristen

Article Details

How to Cite
Natonis, H. Y., Pasaribu, J., Hege Udju, A. A., Djawa, M., Lopis, Y. S., & Roby Kause. (2023). Sosialisasi Budaya Manonob sebagai Kearifan Lokal Pembalajaran Pendidikan Agama Kristen . CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 337-344. https://doi.org/10.31960/caradde.v6i2.2221

References

  1. Abidin, M. R. H. Y. M. I. M. K. M. I. U. & M. Z. (2022). Proyek Profil Pelajar Pancasila sebagai Penguatan Pendidikan Karakter pada Peserta Didik. Jurnal Jendela Pendidikan, 2/4.
  2. Aprilian, M. M. dan D. (2017). Pola Pendidikan Anak Kurang Mampu (Studi Kasus Pendidikan Non formal di Yayasan Cahaya Anak Negeri Bekasi Utara). Edukasi IPS, 1/1.
  3. Effendi, T. N. (2013). Budaya Gotong-Royong Masyarakat dalam Perubahan Sosial Saat Ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2/1.
  4. Fenetson Pairikas, Ezra Tari, Daud Saleh Luji, Harun Yermia Natonis, E. N. T. (2023). Penguatan Moderasi Beragama bagi Tokoh Agama di Oinlasi, Timur Tengah Selatan. Communnity Development Journal, 4/4.
  5. Google. (2023). Kabupaten Timor Tengah Selatan. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Timor_Tengah_Selatan
  6. Irfan, M. (2016). Crowdfunding sebagai Pemaknaan Energi Gotong Royong Terbarukan. Social Work Jurnal, 6/1.
  7. Mu’in, F. (2019). Pendidikan Karakter: Perspektif Teoritis dan Gagasan Praktis. Scripta Cendekia.
  8. Pranadji, T. (2009). Penguatan Kelembagaan Gotong Royong dalam Perspektif Sosio Budaya Bangsa: Suatu Upaya Revitalisasi Adat Istiadat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan (Gotong Royong Institution Empowerment in the Perspectives of Nation Socio Culture: Tradition Revitalizatio. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 27/1.
  9. Sarmini, P. A. dan. (2015). Pelaksanaan Gotong Royong Di Era Global (Studi Kasus Di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Jurnal Mahasiswa Universitas Surabaya, 1/3.
  10. Selan, Y. (2023). Nekaf Mese Ma Ansaof Mese: Membangun Kehidupan Kristen yang Inklusif bagi Atoen Pah Meto. Seval.
  11. Sudjatnika, T. (2017). Nilai-Nilai Karakter yang Membangun Peradaban Manusia. Jurnal Al-Tsaqafa, 4/1.
  12. Utomo, E. P. (2018). Internalisasi Nilai Karakter Gotong Royong dalam Pembelajaran IPS Untuk Membangun Modal Sosial Peserta Didik. Jurnal Teori Dan Praksis Pembelajaran IPS, 3/2.
  13. Wahyudi, A. S. & W. (2020). Pendidikan Karakter di Era Milenial. Deepublish Publisher.
  14. Yora Harlistyarintica, Hana Wahyuni, W., & Nur Yono, Indah Permata Sari, dan N. C. (2017). Penanaman Pendidikan Karakter Cinta Lingkungan Melalui Jari Kreasi Sampah Bocah Cilik Di Kawasan Parangtritis. Jurnal Pendidikan Anak, 6/1.
  15. Yunus, R. (2013). Transformasi Nilai-Nilai Budaya Lokal sebagai Upaya Pembangunan Karakter Bangsa (Penelitian Studi Kasus Budaya Huyula di Kota Gorontalo). Jurnal Penelitian Pendidikan, 14/1.

Most read articles by the same author(s)