Main Article Content

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mitra terkait aplikasi ecoenzim untuk tanaman pertanian yang dibudidayakan secara hidroponik serta cara pengemasan hingga penentuan harga pokok produksi produk. Program pengabdian ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan, praktik, dan evaluasi. Dukungan dari aparat desa setempat serta respon positif dari kelompok PKK membuat berhasilnya kegiatan ini, sehingga menambah pengetahuan dan produktivitas masyarakat. Kelompok PKK telah mampu membudidayakan tanaman sayur hidroponik dengan pupuk cair dari eco-enzyme yang telah diproduksi sebagi sumber nutrisi hidroponik, mengemas produk sayuran yang dihasilkan dan memasarkan secara sederhana, serta menentukan harga pokok produksi sayuran yang diproduksi.

Keywords

diversifikasi, hidroponik, organik

Article Details

How to Cite
Istanti, A., Aldy Bahaduri Indraloka, & Sari Wiji Utami. (2025). Edukasi Pemanfaatan Eco-enzyme Sebagai Nutrisi Sayur Hidroponik di Kelompok PKK. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 541-551. https://doi.org/10.31960/caradde.v8i2.2625

References

  1. Badan Pusat Statistik. (2020). “Penduduk Banyuwangi menurut Kecamatan, 1980, 1990, 2000, 2010 dan 2020”,.
  2. Badan Pusat Statistik. (2021). Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka 2021. Retrieved from https://banyuwangikab.bps.go.id/publication/2021/02/26/92c9d6985269031f62f278b4/kabupa%0Aten-banyuwangi-dalam-angka-2021.html
  3. Badan Pusat Statistik. (n.d.). Produksi Tanaman Buah-buahan 2018. Retrieved October 21, 2022, from https://www.bps.go.id/indicator/55/62/4/produksi-tanaman-buah-buahan.html
  4. Baligar, V. C., Fageria, N. K., & He, Z. L. (2001). NUTRIENT USE EFFICIENCY IN PLANTS. Communications in Soil Science and Plant Analysis, 32(7–8), 921–950.
  5. Banyuwangi kab. (2021). Resmikan Kampung Naga, Bupati Banyuwangi Dorong Petani Lakukan Hilirisasi Pertanian. Retrieved from https://banyuwangikab.go.id/berita-daerah/resmikan-kampung-naga-bupati-banyuwangi-dorong-petani-lakukan-hilirisasi-pertanian.html#:~:text=Berdasarkan Data Dinas Pertanian dan,buah naga terbesar di Indonesia.
  6. BPTP Sumbar. (2021). Mengenal Eco Enzym Cairan Multi Fungsi.
  7. Dinas Lingkungan Hidup. (2019). Sosialisasi dan Pemanfaatan Sampah.
  8. Hasanah, Y., Ginting, J., & Syahputra, A. S. (2022). Research article role of potassium source from eco enzyme on growth and production of shallot (Allium ascalonicum l.) varieties. Asian Journal of Plant Sciences, 21(1), 32–38.
  9. Istanti, A., Indraloka, A. B., & Utami, S. W. (2023). Karakteristik Pupuk Cair Eco-Enzyme Berbahan Dasar Limbah Sayur Dan Buah Terhadap Kandungan Nutrisi Dan Bahan Organik. Agriprima.
  10. Mardiyanti, Nani; Sutantio, A; Djamali, R. A. (2021). Analysis Of Horticulture Annual Fruit Leading Commodities In Banyuwangi Regency. Agribest, 5(2), 96–107.
  11. Mavani, H. A. K., Tew, I. M., Wong, L., Yew, H. Z., Mahyuddin, A., Ghazali, R. A., & Pow, E. H. N. (2020). Antimicrobial efficacy of fruit peels eco-enzyme against Enterococcus faecalis: An in vitro study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(14), 1–12.
  12. Murray, R. (2002). Zero Waste. United Kingdom: Russel Press.
  13. Suara Indonesia. (n.d.). Pupuk Subsidi Langka di Banyuwangi, Ini Penyebabnya. Retrieved March 24, 2023, from https://mail.suaraindonesia.co.id/news/peristiwa-daerah/5f7591af175ce/Pupuk-Subsidi-Langka-di-Banyuwangi-Ini-Penyebabnya