Main Article Content
Abstract
Kemampuan berhitung dasar merupakan fondasi penting dalam pembelajaran matematika, namun di wilayah 3T seperti Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, kompetensi numerasi siswa masih tergolong rendah. Permasalahan mitra yang teridentifikasi meliputi kesulitan siswa dalam melakukan operasi hitung dasar secara cepat dan tepat, rendahnya motivasi belajar matematika, serta keterbatasan sarana dan strategi pembelajaran yang menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung dasar siswa melalui pelatihan simulasi interaktif yang dirancang berbasis pendekatan kontekstual dan partisipatif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu koordinasi dengan sekolah mitra, pelaksanaan pretest untuk mengetahui kemampuan awal, pelatihan simulasi berhitung dasar dengan bimbingan dosen dan mahasiswa, serta evaluasi melalui posttest dan observasi aktivitas belajar. Media yang digunakan berupa perangkat simulasi digital dan lembar kerja berbasis permainan numerik untuk memperkuat keterampilan berhitung dan ketelitian siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan berhitung dasar siswa dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 64,4% dari hasil pretest ke posttest. Aspek operasi campuran, kecepatan, dan ketelitian mengalami peningkatan paling tinggi. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap sikap dan motivasi belajar siswa, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, guru, dan sekolah dalam mendukung penguatan literasi numerasi di daerah 3T. Dengan demikian, pelatihan simulasi berhitung dasar ini terbukti efektif sebagai model pengembangan pembelajaran matematika kontekstual yang dapat direplikasi di wilayah dengan karakteristik serupa.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
