Main Article Content

Abstract

Pelatihan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) berbasis ecobrick dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam memanfaatkan limbah plastik sebagai media pembelajaran yang ramah lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah membekali guru dengan keterampilan merancang dan memproduksi APE yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan sejak dini. Metode yang digunakan adalah workshop partisipatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan 28 guru PAUD dari lima kelompok bermain di Kabupaten Takalar. Tahapan pelatihan mencakup sosialisasi, praktik pembuatan ecobrick, produksi APE, serta refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam merancang APE berbasis daur ulang, terbukti dari terciptanya berbagai prototipe seperti balok warna, puzzle geometris, dan meja belajar mini. Selain itu, terjadi perubahan sikap guru terhadap pengelolaan sampah plastik, ditandai dengan terbentuknya ecobrick corner di beberapa sekolah dan komitmen kolaboratif untuk mengintegrasikan media tersebut ke dalam Rencana Kegiatan Mingguan (RKM). Implikasi kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis lingkungan dapat menjadi katalis perubahan perilaku, sekaligus menawarkan model pelatihan yang dapat direplikasi di daerah lain untuk mendukung pencapaian SDGs poin 4 (pendidikan berkualitas) dan 12 (produksi dan konsumsi berkelanjutan

Keywords

alat permainan edukatif; kurikulum merdeka; pendidikan anak usia dini; keberlanjutan.

Article Details

How to Cite
Herlina, Rusmayadi, Arifin Manggau, Rahayu, & Assidiq Darwis. (2026). Penguatan Kompetensi Guru PAUD melalui Pelatihan Alat Permainan Edukatif (APE) Berbasis Ecobrick . CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(3), 584-592. https://doi.org/10.31960/caradde.v8i3.3213

References

  1. Anderson, S. (2019). The ecobrick: A plastic transition guide. Global Ecobrick Alliance.
  2. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Takalar. (2022). Laporan timbulan dan komposisi sampah tahun 2022.
  3. Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar. (2022). Data pokok pendidikan anak usia dini.
  4. Fisher, K. R., Hirsh-Pasek, K., & Golinkoff, R. M. (2019). Spatial skills, their development, and their links to mathematics. Academic Press.
  5. Hidayat, R., & Sari, P. M. (2022). Pengurangan sampah plastik melalui program ecobrick di SDN 23 Palu. Jurnal Pendidikan Lingkungan, 8(1), 45-54.
  6. Kemendikbudristek. (2021). Panduan kurikulum merdeka PAUD. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  7. KLHK. (2023). Profil sampah nasional 2023. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  8. Kurniawati, L., Wijayanti, D. A., & Sudarman, S. (2022). Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbahan limbah plastik untuk meningkatkan kreativitas guru PAUD. Jurnal Abdimas Pendidikan, 4(2), 123-132. https://doi.org/10.31851/jap.v4i2.8230
  9. Maulana, M., Suhandi, A., & Syaodih, E. (2023). Communities of practice sebagai strategi pengembangan profesional guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 29(1), 45-60. https://doi.org/10.24832/jpnk.v29i1.5597
  10. Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. International Universities Press.
  11. Presiden RI. (2022). Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2022 tentang strategi nasional pengurangan sampah laut.
  12. Prasetyo, Z. K., & Rahayu, S. (2021). Pendidikan berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan literasi lingkungan siswa sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 40(3), 568-580. https://doi.org/10.21831/cp.v40i3.38675
  13. Puerini, F. (2020). Open-ended materials and creativity in early childhood education. European Early Childhood Education Research Journal, 28(3), 315-328.
  14. Rahayu, S., Wijayanto, A., & Prasetyo, Z. K. (2020). Pemanfaatan ecobrick untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa SD. Jurnal Inkuiri, 9(2), 123-132.
  15. Sass, A., & Sustainability, V. (2021). Ecobricking and community-based plastic management: A global review. Journal of Cleaner Production, 278, 123416.
  16. Septiana, A., & Wulandari, R. A. (2021). Analisis kualitas ecobrick berbagai densitas sebagai bahan bangunan alternatif. Jurnal Teknik Sipil Lingkungan, 7(1), 22-30.
  17. Standar Nasional Indonesia (SNI) 8230:2021. Keselamatan mainan anak. Badan Standardisasi Nasional.
  18. Susilowati, E., & Nugroho, B. S. (2022). Pemanfaatan ecobrick sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan di PAUD. Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 15-26. https://doi.org/10.21831/jipaud.v6i1.47892
  19. Suryani, I., Hamidah, A., & Kurniawan, D. A. (2023). Integrasi pendidikan lingkungan dalam pembelajaran dini untuk membentuk karakter tangguh dan inovatif. Jurnal Pendidikan Dasar, 14(2), 201-214. https://doi.org/10.17977/jpd.v14i2.25123
  20. UNESCO. (2021). Global education monitoring report 2021: Non-state actors in education.
  21. Wenger, E. (2000). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge University Press.