Main Article Content

Abstract

The purpose of this study is to describe the results of the implementation of comprehensive professional counseling in five areas of activity to realize structured positive behavior. The research approach used is the case study method. The source of data as well as the research subject is one client and the instrument for collecting data is the researcher himself as well as a counselor. From the results of the research that has been carried out, it is revealed that concretely the successful realization of structured positive behavior along with elements of reference, competence, effort, taste, sincerity, related to the development of effective daily life and alleviation of problems experienced to completion is the result of counseling. The results, are: 1) The negative reference, effective daily living conditions and problems experienced as well as negative conditions of thinking, feeling, acting, acting, and being responsible clients are changed to positive ones, namely the intention to commit suicide and/or abortion is canceled or modified; 2) Competence, the client has the ability to think, feel, behave, act, and be responsible in a positive way, and will be successful in positive structured behavior with effective daily life developing and overcoming problems experienced; 3) Effort, the client is actually trying to do structured positive behavior; 4) Taste, the client feels he has to get out of the problem immediately; 5) Sincerity, the client tries seriously to act and do what he has thought, felt, taken a positive attitude, acted and took full responsibility to the end.


 


 

Keywords

Professional counseling, Structured positive behavior.

Article Details

References

  1. Alawiyah D, Rahmat HK, & Pernanda S (2020: 84). Menemukenali Konsep Etika Dan Sikap Konselor Profesional Dalam Bimbingan dan Konseling. Jurnal Mimbar Volume 6, Nomor 2, 2020, Retrieved from: http://journal.iaimsinjai.ac.id/index.php/mimbar.
  2. Amallia Putri (2016). Pentingnya Kualitas Pribadi Konselor dalam Konseling untuk Membangun Hubunganc antar Konselor dan Konseli. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia. Volume 1 Nomor 1 Maret 2016. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
  3. Amalia R (2019). Empati Sebagai Dasar Kepribadian Konselor. Jurnal Pendidikan dan Konseling JPdK Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 Halaman 56-58. Pekan Baru: Research & Learning in Faculty of Education.
  4. Amaliyah M, Tanuwijaya H & Wurijanto T (2016). Rancang bangun sistem informasi administrasi layanan pasien berbasis web pada klinik paradise Surabaya. Jurnal JSIKA Vol. 6, No. 3. Tahun 2016 ISSN 2338-137X.
  5. Amirah D (2018). Dinamika perubahan dalam konseling, permasalahan klien dan penanganannya. Pekan Baru: Kreasi Edukasi.
  6. Andriyani J (2018: 18). Konsep konseling individual dalam proses penyelesaian perselisihan keluarga. Jurnal At-Taujih Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 Januari-Juni 2018 Retrieved from: http://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih.
  7. Ardimen (2019). Evaluasi kinerja konselor dalam proses konseling dan riset konseling di sekolah. https://jurnal.ar-raniry.ac.id.
  8. Azmi, KR (2018). Keterampilan berpikir (mind skills) pada proses konseling: Kajian Dalam Perkembangan Kognitif Neurosains. Journal of Guidance and Counseling Vol. 2, No. 1, Januari-Juni 2018, https://journal.iainkudus.ac.id.
  9. Azizah N (2019: 122). Layanan Konseling Berbasis Komunitas Bagi Klien di Balai Rehabilitasi Sosial. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 13, No. 1, April 2019, Retrieved from: http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/komunika.
  10. Badrujaman, A (2011). Teori dan Aplikasi Program Bimbingan dan Konseling.Jakarta: PT. Indeks.
  11. Blocher, D.H. (1974). Developmental Counseling. New York : John Wiley & Sons.
  12. Chaplin, J.P. (1997). Kamus Lengkap Psikologi. Alih Bahasa : Kartini Kartono. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
  13. Chapman, E. N. 2017. Pengertian Sikap Positif Menurut para Ahli. Dari http:// www.indonesiastudent.com/pengertian-sikap-positif-menurut-para-ahlilengkap/ (online) diakses pada 18 Oktober 2017.
  14. Corey, G., (2005). Theory and Practice of Counseling & Psychotherapy. Canada : Thomson, Brooks/Cole.
  15. Corey, M.S., and Corey, G. (2006). Groups: Process and Practice. California: Thomson Brooks/Cole.
  16. Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakart Pusat: Kurikulum Balitbang.
  17. Depdiknas. 2005. Panduan Pengembangan Diri. Jakarta: Dirjen Dikti.
  18. Dewati R (2012). Persepsi terhadap kinerja konselor dan sikap dalam memanfaatkan layanan konseling perorangan. Educational Psychology Journal 1 (1) (2012) http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/epj.
  19. Endang SE (2012). Bagaimana Konselor Sekolah Bersikap. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  20. Farid M (2012). Psikologi Konseling. Yogyakarta: IRCiSoD.
  21. Farozin M (2019). Counselor professional identity of counselor profession education. Cakrawala Pendidikan, Vol. 38, No. 1, February 2019 doi: 10.21831/cp.v38i1.22515, Retrieved from: https://journal.uny.ac.id/index.php.
  22. Geldard, K. & Geldard, D. (2011). Keterampilan Praktik Konseling: Pendekatan Integratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  23. Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2012). Developing & Managing: Your School Guidance & Counseling Program. Alexandria: American Counseling Association.
  24. Hellen (2005). Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Quantum Teaching.
  25. Holipah (2011). The Using Of Individual Counseling Service to Improve Student’s Learning Atitude And Habit At The Second Grade Student of SMP PGRI 6 Bandar Lampung. Journal Counseling.
  26. Hadi FZ, Yusuf A & Syahniar (2013). Pemahaman konselor sekolah tentang tugas perkembangan siswa dan layanan yang diberikan. Jurnal Ilmiah Konseling Volume 2 Nomor 1 Januari 2013, hlm. 43- 52, Retrieved from: http://ejournal.unp.ac.id/index.php.
  27. Hansen, J.C., Stevic, R.R., and Warner, R.W. (1982). Counseling: Theory and Process. Boston : Allyn and Bacon, Inc.
  28. Hemingway H (2006). COMMENTARY Prognosis research: Why is Dr. Lydgate still waiting. Journal of Clinical Epidemiology 59 (2006) 1229–1238. https://www.jclinepi.com/article.
  29. Helen J.V, Marjohan & Alizamar (2019). Bimbingan Kelompok Pola BMB3 untuk Peningkatan Pengendalian Diri Korban Bencana dalam Mengatasi PTSD. Jurnal Konseling Indonesia Vol. 4 No. 2, April 2019. hlm. 57 – 62, Retrieved from: http://ejournal. unikama. ac. id/ index. php/ JKI.
  30. Imran Y. (2017). Penerapan Model Pembelajaran dengan Strategi (Merada) BMB3 pada Proses Pembelajaran. Jurnal Konselor, 6 (3): pp. 113-119, DOI: 10.24036/02017637694-0-00, Retrieved from: http://ejournal.unp.ac.id/index.php/konselor.
  31. Jones, R.N. 2005. Introduction to counseling skill. London: Sage Publications.
  32. Joni, T.R. 2008. Resureksi Pendidikan Profesional Guru. Malang:LP3 Univeristas Negeri Malang.
  33. Kamaluddin (2011). Bimbingan dan Konseling Sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 4, Juli 2011.
  34. Karina W (2017). Layanan bk di sekolah islam dan sekolah khatolik. HISBAH: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2017, Retrieved from: http://ejournal.uin-suka.ac.id.
  35. Kasih F (2017). Profil Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Pelayanan Kelompok Di Sma Sumatra Barat. Jurnal. Jurnal Counseling Care, Volume 1, Nomor 1, bulan April, 2017: 13-26, Retrieved from: http://ejournal. stkip-pgri-sumbar.ac.id.
  36. KBBI v1.1, (2010). Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, Retrieved from: http:// pusat bahasa. Diknas. Go. Id/ kkbi.
  37. Khofifah A, Sano A & Yarmis S (2017: 46). Permasalahan yang disampaikan siswa kepada guru BK/konselor. Jurnal EDUCATIO Jurnal Pendidikan Indonesia, Volume No. 1, Hlm 45-52, Retrieved from: http://ejournal.unp.ac.id.
  38. Kholifah ADN, Putro SC & Rahmawati Y (2018). Hubungan perilaku positif dalam praktikum dan keterlaksanaan bimbingan karir dengan kesiapan berkarir. Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 35 Nomor 2 Tahun 2018, https://journal.unnes.ac.id.
  39. Khofifah A, Sano A & Yarmis S (2017). Permasalahan yang disampaikan siswa kepada guru bk/konselor. Jurnal EDUCATIO Pendidikan Indonesia 46 Volume 3 Nomor 1, 2017 Akses Retrieved from: http://jurnal.iicet.org.
  40. Kurniawan NA (2020). Profesionalitas Konselor selama Pandemi Covid-19. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Mengukuhkan Eksistensi Peran BK Pasca Pandemi Covid-19 di Berbagai Setting Pendidikan, Retrieved date 2021-05-10.
  41. Lianawati, A. (2017). Implementasi keterampilan konseling dalam layanan konseling individual. In Ifdil, I., Bolo Rangka,I., & Adiputra, S. (Eds.), Seminar & Workshop Nasional Bimbingan dan Konseling: Jambore Konseling 3 (pp. 85–92). Pontianak: Ikatan Konselor Indonesia (IKI).
  42. Mahfud A. & Utaminingsih D. (2018). Meningkatkan Kualitas Minds-Skill Konselor Islami dengan Menjaga Kondisi Hati. Jurnal Edukasi Bimbingan Dan Konseling, Vol. 4, No. 2, July 2018. Lampung: UIN Lampung.
  43. Mlalazi Lwazi, Rembe S & Shumba J (2016). Implementation of Guidance and Counseling As a Positive Discipline Management Strategy in Bulawayo Metropolitan Province Secondary Schools. Article in Journal of the Social Sciences • August 2016, Retrieved from: http: //www. researchgate. net/publication/305768419.
  44. Mauli D (2018). Tanggung jawab hukum dokter terhadap kesalahan diagnosis penyakit kepada pasien. Jurnal Cepalo Volume 2, Nomor 1, Januari-Juni 2018, Retrieved from: http://jurnal. fh. unila. ac. id/ index. php/ cepalo. Lampung: Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Lampung.
  45. Masdudi (2012). Implementasi layanan bimbingan dan konseling dalam proses perkembangan perilaku sosiaL. Jurnal Edueksos Vol I No 1, Januari-Juni 2012, Retrieved from: http://syekhnurjati.ac.id › article › download.
  46. Mareza L & Nugroho A (2019). Implementation of counseling guidance for children with special needs (viewed from psychological aspects, socio-culture and science and technology development). DINAMIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 2019, 11(2), Retrieved from: https://doi.org/10.30595/ Dinamika/ v11i2. 5730.
  47. Marjohan, Asri, M.Z., Gusraredi, G., Ifdil I & Afriani N. (2012). Biografi Keilmuan Prayitno dalam Ranah Konseling & Pendidikan. Padang: UNP Press.
  48. Mathew W, Margaret L & Kern. (2018). Positive education: Learning and teaching for wellbeing and academic mastery. International Journal of Wellbeing, 8(1), 1-17. doi:10.5502/ijw.v8i1.588, Retrieved from: WWW. internationaljournalof wellbeing.org.
  49. Maynawati AFR & Hidayati A (2017). Penyelenggaraan layanan konseling perorangan dengan pendekatan konseling rasional emotif behavior. Jurnal Ilmiah Counsellia, Volume 7 No. 2, Nopember 2017 : 110 – 116, Retrieved from: http://e-journal.unipma.ac.id.
  50. Nike Foluke & Steve B (2017). Influence of Counselling Services on Perceived Academic Performance of Secondary School Students in Lagos State. International Journal of Instruction April 2017 Vol.10, No.2 e-ISSN: 1308-1470, Retrieved from: www.e-iji.net.
  51. Nkechi Elizabeth E (2016). The Role of Guidance and Counselling in Effective Teaching and Learning in Schools. International Journal of Multidisciplinary Studies, E-ISSN: 2456-3064 Volume I, No. 2, October, 2016, pp. 36-48. Retrieved from: https://www.researchgate.net/publication/324209919.
  52. Nova A, Akhyar SL & Siddik D (2017). Implementasi konseling induvidu dan konseling kelompok untuk pembinaan akhlak di madrasah aliyah islamic centre Sumatera Utara. Jurnal Edu Religia Vol. 1 No. 2 April – Juni 2017, Retrieved from: http://jurnal.uinsu.ac.id.
  53. Nugroho AR (2019). Konsep creative counselling untuk mengatasi irrational belief. Jurnal Selaras. Kajian Bimbingan dan Konseling Serta Psikologi Pendidikan Volume 2, Nomor 1, Mei 2019 (57 – 66), http://repository.uki.ac.id.
  54. Nurhasanah (2016). Character building of students by guidance and counseling teachers through guidance and counseling services. Jurnal Ilmiah Peuradeun: Vol 6 No 2 (2018), Retrieved from: https://journal.scadindependent.org/index.php/jipeuradeun/article/view/86.
  55. Nurmawati (2018). Kpribadian konselor dan proses konseling melalui pendekatan kearifan budaya lokal Applekelebbireng Pada Masyarakat Bugis Bone. Konseling Edukasi: Journal of Guidance and Counseling Vol. 2, No. 2, Juli-Desember 2018. Jakarta: Universitas Mohammadiah Jakarta.
  56. Permana EJ (2015). Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di Madrasah Aliyah Negeri 2 Banjarnegara. Psikopedagogia 2015 Universitas Ahmad Dahlan 2015. Vol. 4, No.2, Retrieved from: http://journal.uad.ac.id.
  57. Petrus, Jeizal (2016). Kajian Konseptual Hubungan Terapeutik dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Proses Konseling. Semarang: Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter (JIPK). Vol. 1, No. 2, Desember 2016.
  58. Prayitno (2016). Handout Mata Kuliah Pengembangan Layanan BK Program Doktor (S.3) Ilmu Pendidikan. Padang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang.
  59. Prayitno (2017). Konseling Profesional yang Berhasil. Jakarta: Raja Grafindo.
  60. Prayitno (2018). Landasan Keilmuan dan Keprofesionalan Bimbingan dan Konseling. Padang: Universitas Negeri Padang.
  61. Prayitno (2019). Arah Pengembangan Profesi Konseling. Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Padang.
  62. Purwasih1R, Sanyata1 & Retnawati1 (2020: 163). The strategies of guidance and counseling teachers to increasing students’ moral awareness in senior high school. The International Journal of Counseling and Education - COUNS-EDU, Vol.5, No.4, 2020, pp. 163-172, Retrieved from:http://journal.konselor.or.id/index.php/counsedu.
  63. Putri, A. (2016). Pentingnya kualitas pribadi konselor dalam konseling untuk membangun hubungan antar konselor dan konseli. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 1(1), 10–13, Retrieved from: http://conference.um.ac.id.
  64. Rahardjo, Susilo, & Gudnanto (2011). Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Kudus: Nora Media Enterprise.
  65. Ramlah (2018). Pentingnya layanan bimbingan konseling bagi peserta didik. Jurnal Al-Mau’izhah Volume 1 Nomor 1 September 2018, Retrieved from: https://jurnal.umpar.ac.id.
  66. Reinke WM, Keith CH & Stormont M (2013). Classroom-Level Positive Behavior Supports in Schools Implementing SW-PBIS: Identifying Areas for Enhancement. Journal of Positive Behavior Interventions 15(1) 39–50, Retrieved from: https: http://pbi.sagepub.com.
  67. Setiawan MA & Nurochman H (2019). Peran konselor dalam penanggulangan pergaulan bebas di kalangan remaja. Suluh jurnal bimbingan dan konseling Volume 4 Nomor 2, Februari 2019 (14-20), Retrieved from: http: //journal. umpalangkaraya. ac. id/index. php/suluh.
  68. Sudibyo (2013). Model evaluasi layanan informasi bimbingan dan konseling berbasis context input process product (CIPP). Jurnal Bimbingan Konseling 2 (1) (2013), Retrieved from: http: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jubk.
  69. Sugiharto D.Y, Supriyo & Ashari W. (2016). Pengembangan model konseling kelompok dengan teknik pengelolaan diri untuk meningkatkan efikasi diri siswa terhadap perilaku berisiko merokok. Jurnal Bimbingan Konseling 5 (2) (2016), Retrieved from: http:http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jubk.
  70. Sukardi, Ketut D & Kusmawati, N. (2008). Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
  71. Sukmawati E (2015: 30). Pengembangan model bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengembangkan kepercayaan diri siswa. Semarang: Jurnal Bimbingan Konseling 4 (1) (2015), Retrieved from: http:// journal.unnes. ac. id/ sju/index. php/ jubk.
  72. Suryahadikusumah AR &, Dedy A (2019). Implementasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar untuk mengembangkan kemandirian siswa. Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Volume 9 (1) 44 – 56 Juni 2019, Retrieved from: http://e-journal. unipma. ac. id/index. php/PE.
  73. Suwarjo (2009). Redefinisi diagnostik dalam konseling. Paradigma, No. 08 Th. IV, Juli 2009, Retrieved from: https://media.neliti.com.
  74. Syarkawi A (2019). Kenakalan remaja di SMPN 1 Tebing. Jurnal Al-Taujih Volume 5 No. 2 Juli-Desember 2019 Hal 211-226 Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Retrieved from: https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/attaujih.
  75. Syamsul Y (2016) Konseling Individual, Konsep Dasar & Pendekatan. Bandung: Refika Aditama, 2016.
  76. Tika Evi. (2020). Manfaat Bimbingan dan Konseling Bagi Siswa. Jurnal Pendidikan dan Konseling JPdK Volume 2 No1 Tahun 2020 Halaman 72-75. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
  77. Ulifa Rahma (2010). Bimbingan Karir Siswa. Malang: UIN- Maliki Press.
  78. Umar M & Sartono (1998). Bimbingan dan Penyuluhan. Bandung : Pustaka Setia.
  79. Warui Jane W; Ogola M & deritu JN (2021). Types of resources available for the implementation of guidance and counselling in public secondary schools in ndeiya division, Kiambu County. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding Vol. 8, No. 4, April 2021, Retrieved from: http://dx.doi.org/10.18415/ijmmu.v8i4.2660.
  80. Wibowo ME (2018). Profesi Konseling Abad 21. Semarang: UNNES Press.
  81. Widyatmoko W & Purwanta E (2019). Evaluasi Hasil Layanan Konseling Individual di Sekolah Menengah Atas Yogyakarta. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 4(3), 2019, 109–114, Retrieved from: https://doi.org/10.17977/um001v4ix2019p109.
  82. Wikipedia (2018). What is the prognosis of a genetic condition?. Genetics Home Reference. NIH: U.S. National Library of Medicine, Retrieved date 2018-05-20.
  83. Wilis S. (2013). Konseling individual teori dan praktek. Bandung: Alfabeta.
  84. Willis S. Sofyan (2007). Konseling Individual Teori dan Praktik. Bandung: Alfabeta.
  85. Yin, Robert K (1989). Case Study Research Design and Methods. Washington: COSMOS Corporation.
  86. Zaturrahmi1, Mudjiran, Neviyarni & Herman Nirwana (2020). Implementasi Layanan BK dalam Program Pendidikan Karakter di SDIT Adzkia 1 Padang. Jurnal E-Tech Volume 08 Number 01 2020, Retrieved from: //ejournal. unp.ac.id/ index.php/ e-tech.
  87. Zulamri M & Juki A (2019). Pengaruh Layanan Konseling Individual Terhadap Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II B Pekanbaru. Jurnal At-Taujih Bimbingan dan Konseling Islam Vol. No. Juli – Desember, Retrieved from: http://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih.