Main Article Content
Abstract
Fenomena cat calling kerapkali dilakukan oleh siswa laki-laki terhadap siswa perempuan yang tampak meresahkan dan berdampak buruk bagi keseimbangan ekosistem akademik di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi akar masalah pelaku cat calling, dampak psikososial bagi korban dan mencari-temukan intervensi psikologis dan bimbingan yang tepat bagi pelaku dan korban. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus klinis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa pelaku melakukan cat calling dikarenakan merasa superior, haus akan validasi teman sebaya, ketidakmampuan mengontrol impuls negatif dan minimnya empati, sementara korban memiliki rasa takut, kecemasan sosial, penurunan harga diri dan pembatasan ruang gerak di area sekolah. Adapun intervensi yang dipilih-tetapkan dalam upaya mengurangi perilaku cat calling dan meningkatkan kesehatan mental adalah menggunakan teknik restrukturisasi kognitif dan bimbingan kesetaraan gender.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.