Konstruksi Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi Tata Kelola Timah : Analisis Perkara Harvey Moeis

Authors

  • Eka Fitri Ulfiani Ilmu Hukum, Universitas Al Azhar Indonesia
  • Sadino Ilmu Hukum, Universitas Al Azhar Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31960/ijocl.v8i2.3532

Keywords:

Pertanggungjawaban Pidana, Korporasi, Tindak Pidana Korupsi, Harvey Moeis, KUHP Nasional.

Abstract

This study examines the scope of corporate criminal liability in corruption offences related to the governance of tin commodities and evaluates the relevance of Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code to the construction of corporate criminal liability. The research employs a normative legal method using a statutory approach, a conceptual approach, and a case approach.

The findings demonstrate that a person’s formal position within a corporate structure does not, by itself, constitute sufficient grounds for imposing criminal liability. The determination of individual liability must be based on concrete involvement, authority, corporate interests, benefits obtained, control, or acquiescence that is connected to the criminal offence. This issue is reflected in the Harvey Moeis case, in which criminal liability was established on the basis of his personal involvement and individual fault as proven in the proceedings. Accordingly, his criminal liability as an individual cannot automatically be construed as corporate criminal liability. The development of national criminal law through Law Number 1 of 2023 further clarifies the legal framework. Article 45 expressly recognizes corporations as subjects of criminal offences, while Articles 46, 47, and 48 further regulate the basis of corporate criminal liability. At the same time, corruption offences are addressed through Articles 603 and 604, which have substantive connections with Articles 2 and 3 of the Anti-Corruption Law. Therefore, corporate criminal liability cannot be established merely from an individual's relationship with a corporation, but requires proof of a concrete connection between the criminal offence, the individual's conduct, and the interests or involvement of the corporation, while maintaining the principles of criminal responsibility and culpability.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, A. K. F. (2025). Reformulation of corporate criminal liability after the new Criminal Code. Ta’zir: Jurnal Hukum Pidana, 9(1), 62–71. https://doi.org/10.19109/tazir.v9i1.28294

Ahmad, A. K. F. (2025). Reformulation of corporate criminal liability after the new Criminal Code. Ta’zir: Jurnal Hukum Pidana, 9(1), 62–71. https://doi.org/10.19109/tazir.v9i1.28294

Aimee, Iftina Cahyanda Putri, Ginta Amelia Cahya, Annisa Rukhillah Nur Fahturosa, Martitah, dan Dewi Sulistianingsih. “Keadilan Substantif dalam Putusan Kasus Korupsi Harvey Moeis: Analisis Teori Hukum Gustav Radbruch.” Bookchapter Hukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif 5 (2026).

Alfakar, M. W., Masyhar, A., Wulandari, C., & Nte, N. D. (2023). Evolution of corporate criminal liability models and theories under Indonesian new Criminal Code. Indonesian Journal of Criminal Law Studies, 8(2), 261–288. https://doi.org/10.15294/ijcls.v8i2.36741

Amiati, M., Adhryansah, & Prihandono, I. (2024). Human rights violations and corporate criminal liability: An analysis of the new Indonesian Criminal Law. Sriwijaya Law Review, 8(2), 230–248. https://doi.org/10.28946/slrev.Vol8.Iss2.3687.pp230-248

Andalusianti Roozan, Tiara Jelita, Rajwa Al Imtiyaz, Hasrinda Rizqi Pramassari, dan Muhammad Reyvanza Anwar. “Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi di Indonesia.” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 4, No. 2 (2025): 866–876. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i2.4522

Andri Gunawan Wibisana dan Andreas Nathaniel Marbun, “Corporate Criminal Liability in Indonesia Anti-Corruption Law: Does It Work Properly?,” Asian Journal of Law and Economics 9, No. 1 (2018), Article 20170029, DOI: 10.1515/ajle-2017-0029.

Anindita, Faizah, dan Trubus Rahardiansyah. “Analisis Yuridis terhadap Dampak Ekonomi dan Lingkungan dari Tindak Pidana Korupsi dalam Kasus Harvey Moeis.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 3 (2025): 1345–1352. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1365

Chasani, M. (2017). Corporate criminal liability in Indonesia on the perspective of comparison. Indonesian Journal of Criminal Law Studies, 2(2). https://doi.org/10.15294/jnxeam46

Cristofel, Moses, dan Boedi Prasetyo. “Inconsistency in the Implementation of Corruption Criminalization Guidelines Based on PERMA No. 1 of 2020 in the Harvey Moeis Case Decision.” Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren 7, no. 2 (2025): 1027–1038. https://doi.org/10.46924/jihk.v7i2.367

Dzikriatulhaq, Zulfa. Diskrepansi Penetapan Sanksi Tindak Pidana Korupsi dalam Ketentuan Pasal 603 dan Ketentuan Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Skripsi, Program Studi Hukum, Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, 2025.

Fuadi, G., Putri, W. V., & Prasetyoningsih, N. (2024). Mengkaji pertanggungjawaban pidana korporasi pada tindak pidana ketenaganukliran dalam pembaruan hukum pidana Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 21(1). https://doi.org/10.54629/jli.v21i1.1081

Hiariej, E. O. S. (2020). Korupsi di sektor swasta dan tanggung jawab pidana korporasi. Masalah-Masalah Hukum, 49(4), 333–344. https://doi.org/10.14710/mmh.49.4.2020.333-344

Hikmawati, P. (2017). Kendala penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi sebagai pelaku tindak pidana korupsi. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, 8(1), 131–150. https://doi.org/10.22212/jnh.v8i1.941

Istiqomah, S., Rokhim, A., & Isnaeni, D. (2023). Kebijakan hukum pidana dalam pertanggung jawaban korporasi yang melakukan tindak pidana korupsi. Al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, 12(2), 278–297. https://doi.org/10.24252/ad.vi.43642

Karubun, Sisca Carolina. “Ketidaktepatan Peleburan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi ke dalam Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP: Analisis Hukum dan Implikasinya terhadap Pemberantasan Korupsi di Indonesia.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 4 (2025): 4363–4369. https://doi.org/10.61104/alz.v3i4.1951

Kurnia, Ade, dan Harmelia. “Pergeseran Paradigma Pemidanaan bagi Tindak Pidana Korupsi Setelah Berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional.” IJOCE: Indonesia Journal of Civic Education 6, no. 2 (2026). https://doi.org/10.31539/h8vmvt66

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana.

Meidiantama, R., & Charinda, D. E. (2024). Perbandingan pengaturan tindak pidana korupsi dalam pembaharuan KUHP Nasional. Kajian Ilmiah Hukum dan Kenegaraan, 3(1), 15–24.

Mufarrocha, Husniatul. “Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi yang Berdampak pada Lingkungan (Studi terhadap Putusan No. 5009 K/Pid.Sus/2025 atas Nama Harvey Moeis).” Jurnal Hukum dan Dinamika Masyarakat 32, no. 1 (2026).

Nugraha, D. A., Supanto, & Primasari, L. (2014). Prinsip pertanggungjawaban pidana korporasi sebagai pelaku tindak pidana korupsi (Studi Putusan Nomor 812/Pid.Sus/2010/PN.BJM dan Putusan Nomor 36/Pid.Sus/TPK/2014/PN.Jkt.Pst). Recidive: Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan, 3(2). https://doi.org/10.20961/recidive.v3i2.40495

Oktan, F., Saputera, I., & Febriansyah, A. (2023). Tindak pidana korupsi dan pertanggungjawaban pidana oleh korporasi. Simbur Cahaya, 29(2). https://doi.org/10.28946/sc.v29i2.1961

Oktavianto, H., & Khumaeroh, I. N. (2025). Deklinasi sanksi tindak pidana korupsi dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(3).

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (2024). Putusan Nomor 70/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt.Pst.

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Republik Indonesia. (2001). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Republik Indonesia. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi.

Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Saragih, H. Y., Chandra, T. Y., & Paparang, S. T. (2025). Pertanggungjawaban pidana korporasi pelaku tindak pidana korupsi dalam tata kelola niaga komoditas di Indonesia. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(8), 3705–3717. https://doi.org/10.62335/sinergi.v2i8.163

Saragih, Handa Yusico, Tofik Yanuar Chandra, dan Santrawan T. Paparang. “Pertanggung Jawaban Pidana Korporasi Pelaku Tindak Pidana Korupsi dalam Tata Kelola Niaga Komoditas di Indonesia.” SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah 2, no. 8 (2025): 3705–3717. https://doi.org/10.62335/sinergi.v2i8.1639

Sawung, Dimas Akbar, Fariska Jihan Setiyowati, dan Mila Yusnika. “Paradigma Baru Tindak Pidana Korupsi dalam KUHP Nasional.” Jurnal Suara Keadilan 24, no. 1 (2024): 20–27. https://doi.org/10.24176/sk.v24i1.11268

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Syaid, A. J., & Widodo, H. (2025). Legal certainty in corporate criminal liability for criminal acts of corruption in Indonesia. VERITAS, 11(2), 90–105. https://doi.org/10.34005/veritas.v11i2.5425

Widjaja, Jety, dan Hery Firmansyah. “Tindak Pidana Pencucian Uang Melalui Korporasi Yang Diolah Sebagai Cangkang Illegal Studi Kasus Putusan Kasasi No. 5009 K/Pid. Sus/2025.” Jurnal Impresi Indonesia 4, no. 11 (2025). https://doi.org/10.58344/jii.v4i11.7227

Wirawan, P., & Nanda, R. (2021). Corporate criminal liability in Indonesia. International Journal of Law and Legal Ethics, 2(2), 236–243. https://doi.org/10.47701/ijlle.v2i2.1340

Yasmin, Riqqah Zhafirah, Vedro Guslan, Abyan Haripraptiko, Muhammad Micola Valito, dan Mardhatillah. “Pertanggungjawaban Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi (Studi Putusan Nomor 39/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt Pst).” Jurnal Hukum Progresif 8, no. 11 (2025).

Published

2026-09-30

How to Cite

Ulfiani, E. F., & Sadino. (2026). Konstruksi Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi Tata Kelola Timah : Analisis Perkara Harvey Moeis. Indonesian Journal of Criminal Law, 8(2), 61-75. https://doi.org/10.31960/ijocl.v8i2.3532

Issue

Section

Articles